ADVERTISEMENT

Tok! Mulai Tahun 2035 Nggak Ada Lagi Mobil Bensin di Eropa

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Sabtu, 02 Jul 2022 10:44 WIB
FILE- In this Tuesday, Feb. 25, 2020 file photo, workers complete an electric car ID.3 body at the assembly line during a press tour at the plant of the German manufacturer Volkswagen AG (VW) in Zwickau, Germany. The coronavirus has cancelled business plans all over the world but Europes push into electric cars isnt one of them. Sales of battery-powered and hybrid cars have held up despite a deeply painful recession, mainly thanks to the action of governments. (AP Photo/Jens Meyer, file)
Mobil bensin bakal berkurang drastis di Eropa. Foto: AP/Jens Meyer
Jakarta -

Parlemen Uni Eropa telah menetapkan seluruh kendaraan yang dijual di wilayah Eropa harus mengusung tenaga listrik pada 2035. Artinya, sudah tidak ada lagi mobil berbahan bakar bensin yang wara-wiri di jalanan.

Dilansir Carscoops, dewan parlemen Uni Eropa sepakat untuk beralih ke elektrifikasi dalam beberapa tahun mendatang. Rencananya, pada 2030 nanti seluruh mobil baru yang mengeluarkan emisi CO2 harus dikurangi sebesar 55 persen, kemudian kendaraan van terbaru sebanyak 50 persen.

Lalu, mulai tahun 2035 Uni Eropa melarang kendaraan dengan mesin pembakaran internal dijual di seluruh Benua Biru. Seluruh kendaraan harus mengusung nol emisi karbon demi mendukung program ramah lingkungan.

Namun, target tersebut akan ditinjau kembali oleh dewan parlemen pada tahun 2026 mendatang. Hal ini dilakukan untuk mempertimbangkan apakah gagasan tersebut berjalan seiring perkembangan teknologi saat itu.

Dalam gagasan tersebut, produsen otomotif seperti Ferrari dan Lamborghini diberi keringanan dari peraturan emisi karbon sampai tahun 2030. Namun, mulai 2035 kedua perusahaan diharuskan mematuhi aturan nol emisi karbon di kawasan Eropa.

Untuk mempersiapkan penjualan EV yang mulai meningkat, seluruh negara di Eropa akan merevisi beberapa target dalam penyebaran infrastruktur bahan bakar alternatif (AFIR) yang lebih cepat, termasuk pembangunan SPKLU. Lalu di tahun 2030, Uni Eropa memutuskan untuk mengakhiri pemberian insentif atas kendaraan tanpa emisi dan rendah emisi.

Aturan soal larangan mobil bensin di Eropa sebenarnya mendapat banyak tantangan. Ada lima negara yang sempat meminta gagasan itu ditunda sampai lima tahun lagi, di antaranya Bulgaria, Italia, Portugal, Rumania, dan Slovakia. Namun pada akhirnya kelima negara itu sepakat dengan gagasan tersebut.

"Berkat perjanjian ini, Eropa menempatkan dirinya pada posisi terdepan dalam mengatasi tantangan iklim dan teknologi," kata Menteri Transisi Energi Prancis, Agnes Pannier-Runacher.

"Kami juga memastikan transisi yang adil untuk setiap negara anggota, setiap wilayah, dan setiap warga negara Eropa," ujarnya.

Secara menyeluruh, gagasan ini dilakukan Uni Eropa untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 55 persen di tahun 2030. Rencananya, netralitas karbon dan iklim bakal diterapkan di Eropa pada 2050 mendatang.



Simak Video "Kepunahan Mobil Bensin Dimulai di Norwegia"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT