Selain Harga Terjangkau, Apa Keunggulan BBM Pertalite untuk Kendaraan?

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 16 Jun 2022 19:20 WIB
PT Pertamina (Persero) sudah siap untuk menjual produk bensin terbarunya yakni Pertalite. Bensin RON 90 ini akan dijual pertamakali di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta pada Jumat (24/7/2015) mendatang. Petugas beraktivitas di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta, Selasa (21/7/2015). Pada Jumat (24/7/2015) mendatang, SPBU ini siap menjual Pertalite RON 90.  Hasan Al Habshy/detikcom.
Harga Pertalite saat ini cukup terjangkau ketimbang BBM jenis lain. Apa kelebihannya untuk kendaraan? Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta -

Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite (RON 90) kini menjadi Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) menggantikan bensin Premium (RON 88). Di sejumlah SPBU Pertamina, BBM Premium juga sudah tidak lagi terlihat.

Dengan begitu, Pertalite menjadi BBM dengan harga yang terjangkau ketimbang jenis lainnya. Pertalite saat ini dijual Rp 7.650 per liter. Harga bukan satu-satunya keunggulan yang ditawarkan Pertalite. Mengutip laman MyPertamina, Pertalite memiliki warna hijau terang dan jernih.

Dibandingkan dengan Premium, jelas oktannya lebih tinggi. Angka oktan yang lebih tinggi ini menandakan kualitas bahan bakar lebih baik dan juga ramah lingkungan karena pembakaran lebih sempurna. Untuk itu, Pertalite cocok untuk digunakan kendaraan di Indonesia.

Tapi tidak semua kendaraan bisa menggunakan Pertalite. Jenis kendaraan yang cocok menggunakan Pertalite memiliki rasio kompresi mesin 9:1 hingga 10:1.

Adapun pemerintah juga bakal membatasi pembelian Pertalite. Bagi pengendara yang hendak membeli BBM Pertalite nantinya harus terlebih dahulu terdaftar di aplikasi MyPertamina.

Saat ini, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) masih menggodok kriteria mobil yang bisa membeli Pertalite. Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan salah satu kriteria yang tengah dibahas adalah kapasitas kubikasi mesin mobil. Sejauh ini, tampaknya mobil cc besar bakal dilarang membeli Pertalite. Tapi keputusan itu belum final.

"Untuk CC nya masih dalam pembahasan ya. Nanti akan disosialisasikan," ujar Erika dikutip CNBC Indonesia.

Mengutip data distribusi wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, ada beberapa kategori mobil penumpang berdasarkan kapasitas kubikasi mesinnya. Pertama adalah di bawah 1.500 cc, kemudian 1.501 cc sampai dengan 2.500 cc, 2.501 cc sampai dengan 3.000 cc, dan di atas 3.001 cc. Umumnya mobil cc besar identik dengan mesin 2.000 cc ke atas. Tidak diketahui dengan pasti kategori mana yang bakal dilarang membeli Pertalite.

Erika mengatakan pelarangan mobil cc besar untuk mengonsumsi Pertalite ditujukan agar BBM subsidi itu bisa lebih tepat sasaran.



Simak Video "Beli Pertalite Wajib Pakai Aplikasi, Kapan Berlakunya?"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/lth)