ADVERTISEMENT

Hati-hati! Aplikasi Pihak Ketiga yang Terhubung di Mobil Bisa Curi Data

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Selasa, 31 Mei 2022 12:34 WIB
Darkweb, darknet and hacking concept. Hacker with cellphone. Man using dark web with smartphone. Mobile phone fraud, online scam and cyber security threat. Scammer using stolen cell. AR data code.
Ilustrasi: Aplikasi pihak ketiga yang terhubung ke mobil berisiko terjadi pencurian data (Getty Images/iStockphoto/Tero Vesalainen)
Jakarta -

Aplikasi smartphone dari pihak ketiga yang bisa terkoneksi pada mobil masa kini seperti Tesla, Nissan, Ford, hingga Volkswagen ternyata berpotensi bahaya. Soalnya, data pemilik kendaraan bisa diambil tanpa ada persetujuan sebelumnya.

Laporan terbaru yang dimuat oleh perusahaan perangkat lunak antivirus asal Rusia, Kaspersky, telah menganalisis sebanyak 69 aplikasi smartphone milik pihak ketiga yang populer dan bisa terhubung dengan mobil. Sayangnya, banyak pengembang aplikasi yang tidak bertanggung jawab atas pengumpulan data pribadi.

"Manfaat dari dunia yang terkoneksi tidak terhitung banyaknya. Namun, penting untuk dicatat bahwa itu masih merupakan industri yang berkembang, yang membawa risiko tertentu," kata Sergey Zorin, Head of Kaspersky Transportation Security dikutip Business Insider.

"Sayangnya, tidak semua pengembang mengambil pendekatan yang bertanggung jawab dalam hal penyimpanan dan pengumpulan data, yang mengakibatkan pengguna mengungkapkan informasi pribadi. Data itu selanjutnya dapat dijual di dark web dan berakhir di tangan yang tidak dapat dipercaya," paparnya.

Selain itu, Kaspersky menemukan satu dari lima aplikasi saat ini tidak memiliki informasi kontak, yang jika terjadi suatu masalah pemilik tidak bisa melaporkannya. Ancaman lainnya dari penggunaan data adalah orang lain yang memiliki data dari pihak ketiga bisa mengakses mobilnya secara ilegal.

Penjahat siber yang telah mencuri informasi dan data pribadi pemilik mobil, juga bisa mendapatkan akses ke kendaraan secara langsung. Sebab sejauh ini, aplikasi ponsel yang terhubung dengan mobil memungkinkan pemilik dapat mengontrol kendaraan dari jarak jauh dengan mengunci atau membuka kunci pintu, menyesuaikan climate control, serta menghidupkan dan mematikan mesin.

Walau saat ini sebagian besar produsen mobil sudah memiliki aplikasi resmi sendiri, namun masih ada aplikasi pihak ketiga yang dirancang oleh pengembang teknologi karena menawarkan fitur yang tidak dipunyai oleh produsen kendaraan tersebut.

Sejauh ini aplikasi pihak ketiga yang telah dianalisis oleh Kaspersky mencakup hampir seluruh merek mobil, di antaranya Tesla, Nissan, Renault, Ford, dan Volkswagen.
"Akan tetapi, aplikasi tersebut tidak sepenuhnya aman untuk digunakan," ujar salah satu peneliti Kaspersky.

Peneliti dari Kaspersky menemukan bahwa lebih dari separuh aplikasi pihak ketiga tidak memberikan peringatan tentang risiko penggunaan data, terlebih saat pemilik memasukkan data pribadinya untuk menjalankan aplikasi tertentu.

Selain itu, setiap aplikasi yang digunakan pada kelima merek mobil tersebut tidak mencantumkan kontak para pengembang aplikasi. Sehingga para pemilik tidak bisa memberikan laporan jika terjadi masalah dengan aplikasi tersebut.

"Perlu juga dicatat bahwa sebanyak 46 dari 69 aplikasi tidak dikenakan biaya atau menawarkan mode demo. Hal ini telah berkontribusi pada aplikasi semacam itu yang diunduh dari Google Play Store hingga lebih dari 239.000 kali, yang membuat Anda bertanya-tanya berapa banyak orang yang memberi akses gratis untuk sejumlah orang ke mobil mereka," tulis laporan tersebut.



Simak Video "4 Aplikasi Wajib Bagi Para Pekerja"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/dry)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT