ADVERTISEMENT

Diterpa Masalah HAM, Jerman Tolak Beri Jaminan Investasi Volkswagen di China

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Senin, 30 Mei 2022 14:47 WIB
Logo Volkswagen VW
Ilustrasi logo Volkswagen Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Kementerian Ekonomi Jerman telah menolak memberikan jaminan investasi kepada Volkswagen untuk investasi baru di China. Hal ini dipicu karena kekhawatiran atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang tengah terjadi di China.

Dikutip Automotive News Europe, Kementerian Ekonomi Jerman telah menolak empat aplikasi dari sebuah perusahaan besar lantaran khawatir atas pelanggaran hak asasi manusia. Masalah pelanggaran HAM itu sendiri terjadi di wilayah Xinjiang, China.

Namun, pemerintah Jerman dan kementerian menolak menyebutkan nama perusahaan itu kepada publik. Akan tetapi menurut laporan surat berita Jerman, Der Spiegel, tanpa menyebutkan sumber bahwa Volkswagen diyakini adalah perusahaan yang dimaksud tersebut.

"Situasi hak asasi manusia di Xinjiang telah menjadi lebih buruk dalam beberapa tahun terakhir dan melibatkan kerja paksa dan penahanan massal orang-orang Uighur," tulis pernyataan Kementerian Ekonomi Jerman.

"Oleh karena itu, pemerintah Jerman memutuskan untuk tidak memberikan jaminan untuk proyek di China jika 1. Terletak di Xinjiang atau 2. Memiliki ikatan bisnis dengan entitas yang beroperasi di sana," jelas pernyataan tersebut.

Sebagai informasi, Volkswagen memiliki pabrik di Urumqi yang terletak di wilayah Xinjiang, China. Untuk bisa mendirikan pabrik di China, Volkswagen telah menciptakan usaha patungan dengan SAIC Motor China.

Namun, wilayah Xinjiang kini tengah menjadi sorotan dunia setelah penduduk Muslim Uighur mendapat penindasan dan penahanan oleh pemerintah China. Namun pemerintah China telah membantah keras atas tuduhan tersebut.

Lebih lanjut, seorang juru bicara Volkswagen mengkonfirmasi bahwa pihak perusahaan telah mengajukan aplikasi untuk jaminan investasi. Selain itu, juru bicara itu menambahkan bahwa pihak Volkswagen belum menerima keputusan resmi dari kementerian terkait.

Walau mendapat larangan dari pemerintah Jerman, pihak Volkswagen mengatakan akan tetap mengikuti dan mematuhi prinsip panduan PBB tentang bisnis dan hak asasi manusia. Sebab pabrikan asal Jerman itu mengklaim jika HAM adalah bagian integral dari kode etik perusahaan.



Simak Video "Lihat Pameran Mobil Klasik VW-Porsche di JVWF 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT