Bos Volkswagen Pede Bisa Salip Penjualan Tesla Tiga Tahun Lagi

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 26 Mei 2022 08:35 WIB
Mobil listrik Volkswagen (VW) ID.3 mulai memasuki jalur produksi. Mobil berjenis hatchback ini akan diproduksi di fasilitas perakitan Volkswagen di Zwickau, Jerman.
Mobil listrik Volkswagen. Foto: Getty Images/Sean Gallup
Jakarta -

CEO Volkswagen, Herbert Diess, optimis bisa mengejar dan melampaui penjualan mobil listrik Tesla pada tahun 2025 alias tiga tahun lagi. Menurut Herbert, faktor kelangkaan chip semikonduktor yang menghambat produksi kendaraan akan segera teratasi dan Volkswagen akan mengambil momentum tersebut untuk menggenjot produksi kendaraan listriknya.

"Pasar selalu tentang masa depan. Tesla saat ini memimpin dalam hal (penjualan) EV (mobil listrik), mereka mungkin juga merupakan perusahaan mobil paling digital dan mereka memiliki beberapa keunggulan. Kami masih menargetkan untuk mengikuti dan mungkin menyalip pada tahun 2025 dalam hal penjualan (mobil listrik)," kata Herbert Diess dalam CNBC's Squawk Box Europe, seperti dikutip dari Carscoops.

Sebagai catatan, Tesla menjadi salah satu perusahaan yang menjual banyak kendaraan listrik ke seluruh dunia. Untuk tahun 2021 saja pengiriman mobil listrik Tesla mencapai 936.172 unit, angka itu naik hampir dua kali lipat (1,87 kali) dari 499.550 unit yang dikirimkan pada tahun 2020. Tentunya perlu usaha keras bagi para kompetitor untuk melampaui penjualan perusahaan milik Elon Musk itu.

Sebelum Volkswagen mengungkapkan rencana ambisius itu, CEO General Motors, Mary Barra, juga pernah melontarkan pernyataan serupa, di mana GM berencana menjadi produsen kendaraan listrik terkemuka pada tahun 2025, dengan membuat 2 juta unit mobil listrik per tahun.

CEO Ford, Jim Farley, juga pernah mengungkapkan ambisi serupa. "Kami berencana menantang Tesla dan semua pendatang baru untuk menjadi pembuat EV (mobil listrik) teratas di dunia," ungkap Farley.

Sama seperti GM, Ford juga menargetkan memproduksi kendaraan listrik sebanyak 2 juta unit per tahun. Namun target itu direncanakan teralisasi tahun 2026 mendatang.

(lua/din)