Jurus Toyota Bikin Indonesia Bebas Emisi di 2060

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 25 Mei 2022 15:50 WIB
Toyota Innova listrik
Foto: Innova listrik. (Ridwan Arifin/detikOto)
Jakarta -

Indonesia sudah berkomitmen mencapai net zero emission (NZE) atau nol emisi karbon pada 2060. Hal ini tak luput perhatian dari pelaku bisnis, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Berbagai inisiatif dilakukan TMMIN, salah satunya menggelar seminar nasional yang melibatkan tiga sektor atau disebut triple helix antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha guna mendukung komitmen net zero emission pada 2060.

Toyota berkolaborasi dengan perguruan tinggi Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang mengadakan Seminar Nasional dengan tema "100 Years of Indonesia Automotive Industry, Realizing Indonesia Net-Zero Emission", di gedung Prof. Soedarto, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/5/2022).

Toyota meyakini mahasiswa sebagai generasi muda dapat disiapkan lebih awal dalam mengambil inisiasi gerakan hijau, demi menghadapi tantangan di masa yang akan datang. Sinergi antara triple helix juga diperlukan untuk pengembangan kendaraan elektrifikasi mulai dari para pemangku kebijakan, para pelaku bisnis, hingga para akademisi, serta masyarakat umum, terutama para generasi muda.

"Aktivitas seminar nasional ini harapannya dapat menjadi wadah diskusi komprehensif yang membantu dan mendukung akselerasi Indonesia mencapai target Net-Zero Emission. Hal tersebut tentunya dapat terwujud melalui sinergi bersama antara Institusi Pendidikan, Generasi Muda, dan juga sektor industri khususnya Industri Otomotif nasional," ujar Warih Andang Tjahjono Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Rabu (25/5/2022).

Dalan sambutannya, Warih juga memaparkan upaya pengurangan emisi melalui ragam pilihan teknologi elektrifikasi "multi-pathway" sehingga semua pihak dapat berkontribusi dalam memerangi emisi karbon.

"Kami sadar sebagai pelaku bisnis, kami harus turut mengambil peran aktif untuk berkontribusi terhadap pencapaian net zero emission, melalui poduk ramah lingkungan dengan multi-pathway," ujar Warih.

Pendekatan multi-pathway yang dimaksud Toyota, mulai dari teknologi flexy-engine, FCEV, BEV, PHEV, HEV, hidrogen, biofuel, hingga LCGC. Model elektrifikasi yang dijual Toyota kini beragam, mulai dari Prius PHEV, Corolla Cross Hybrid, Camry Hybrid, Corolla Altis Hybrid, Century Hybrid, C-HR Hybrid dan Lexus ES 300h.

Sementara untuk BEV, Toyota sudah mulai menjual Lexus UX300e. Adapun Coms EV dan C+Pod EV baru sebatas pengenalan produk. Terhangat, Toyota akan membawa bZ4x dan sudah memamerkan Innova EV dalam bentuk konsep.

Selain itu, Toyota juga sedang menggodok Calya Listrik bersama tiga universitas, yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Dalam pencapaian net zero emission, musuh bersama kita adalah emisi karbon. Mari kita wujudkan agar semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk turut berkontribusi menurunkan emisi karbon. No one left behind!" ungkapnya.

Selain menghadirkan produk, Toyota juga akan mendukung program NZE dalam proses manufacturing ramah lingkungan, atau dikenal dengan istilah Green Manufacturing.

"Kami berkomitmen untuk mengeliminasi atau meminimalisir dampak lingkungan yang dihasilkan oleh keseluruhan mata rantai kegiatan bisnis kami," jelas dia.



Simak Video "Pemerintah Adakan Program Diskon PPnBM, Apa Sih Untungnya Buat Negara?"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)