Subaru Forester Usung Mesin boxer, Apa Keunggulannya Dibanding SUV Lain?

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 19 Mei 2022 10:07 WIB
Mesin boxer Subaru Forester
Mesin boxer Subaru Forester (Foto: Istimewa)
Tangerang Selatan -

Tak seperti mobil SUV lain yang mengusung konfigurasi mesin inline (segaris) dan V, Subaru Forester yang baru diluncurkan di Indonesia pakai mesin yang gerak pistonnya menyamping (boxer). Apa keunggulan mesin boxer dibanding mesin lainnya?

Diungkapkan Marketing Communication Manager Subaru Indonesia, Ismail Ashlan, soal keseimbangan, mesin boxer lebih sempurna dibanding mesin-mesin lainnya. Ini karena gerak menyamping pada piston mesin boxer, beda dengan piston mesin inline dan V yang geraknya maju-mundur.

"Subaru boxer engine, gerak pistonnya ke kanan dan ke kiri. Jadi keseimbangannya bisa dibilang paling sempurna dibanding mesin inline, mesin V, serta mesin-mesin lainnya," kata Ismail di Plaza Subaru Alam Sutera, Tangerang Selatan, Rabu (18/5/2022).

PT Plaza Auto Mega resmi menghadirkan Subaru Forester 2022 ke Indonesia. Kendati dibekali sistem penggerak All Wheel Drive (AWD), mobil SUV ini punya harga yang kompetitif.Subaru Forester 2022 memakai mesin boxer (Foto: Dok. Subaru Indonesia)

Mesin boxer dengan tata letak poros simetris 180° diklaim bisa menghasilkan mesin yang seimbang, halus, dan minim getaran. Konfigurasi tersebut memungkinkan posisi mesin yang lebih rendah dan 'ultra-low center of gravity' untuk pengendalian yang lebih stabil dan pengalaman berkendara yang lebih
menyenangkan.

Keunggulan mesin boxer tersebut lalu dikawinkan dengan sistem penggerak Symmetrical All Wheel Drive (AWD), di mana keempat rodanya akan berputar semua.

Dikutip dari laman Subaru, Symmetrical AWD ini akan memberikan pemerataan tenaga di keempat roda, sehingga bisa memberikan traksi yang maksimum. Selain itu, teknologi ini diklaim lebih stabil, efisien, dan lebih responsif terhadap kondisi jalan yang licin.

"Subaru Symmetrical All Wheel Drive ini diperkuat lagi dengan X-Mode terbaru di varian S EyeSight, di mana ada mode deep snow dan mud. Bedanya apa? Kalau kita main offroad, dia bisa memberikan traksi lebih. Jadi jika jalanan licin, dia bisa kirim torsi ke salah satu roda yang dibutuhkan," sambung Ismail.

Sebagai informasi, di atas kertas, Subaru Forester versi Indonesia dibekali mesin Naturally Aspirated (N/A) konfigurasi boxer 4-silinder yang kapasitasnya 1.998 cc. Mesin ini diklaim bisa mengeluarkan tenaga sebesar 152 dk dan torsi 196 Nm.

Selain menggunakan penggerak All Wheel Drive, Subaru Forester menggunakan sistem transmisi otomatis CVT alias Continuously Variable Transmission Lineartronic 6-percepatan.

Subaru Forester untuk pasar Indonesia ditawarkan dalam dua pilihan tipe dan harga, pertama tipe 2.0i-L Rp 579.500.000 dan kedua tipe 2.0i-S EyeSight dengan harga Rp 659.500.000. Kedua harga tersebut berstatus on the road Jakarta.

(lua/din)