Belajar dari Kasus Ditipu Sales di Dealer Resmi: Jangan Transfer ke Rekening Pribadi

Luthfi Anshori - detikOto
Sabtu, 09 Apr 2022 03:24 WIB
Jajaran Mobil Honda dengan emblem RS
Jangan mudah percaya dengan oknum sales yang menyuruh transfer pembayaran ke rekening pribadi.Foto: Rangga Rahadiansyah/detikOto
Jakarta -

Belum lama ini viral kasus penggondolan uang muka yang dilakukan oknum sales dealer Honda MT Haryono Jakarta kepada calon konsumen Honda Brio Satya. Agar kejadian ini tidak terulang lagi, calon konsumen mobil--apapun mereknya--harus berani menolak tegas, jika diperintahkan transfer ke nomor rekening yang tidak mengatasnamakan dealer terkait.

Beberapa waktu lalu viral kasus penipuan oknum sales dealer Honda MT Haryono yang mengambil uang muka calon konsumen Honda Brio Satya. Dealer Honda terkait pun sudah menawarkan solusinya.

Kasus dugaan penipuan oknum sales Honda dialami oleh Yunita Sari. Dia berniat membeli Honda Brio di dealer resmi Honda MT Haryono, Jakarta. Yunita mengaku ditipu oknum sales yang lengkap dengan seragam, kartu identitas, dan kartu nama.

Singkatnya, Yunita ingin membeli mobil Honda dan menemukan kontak sales di salah satu situs jual beli mobil. Dia lalu janjian dengan sales tersebut di dealer resmi Honda di MT Haryono, Jakarta.

"Dia berpakaian lengkap sales Honda, lengkap dengan idcard dan memberi saya kartu nama," sebutnya.

Namun, transaksi dilakukan dengan transfer ke rekening pribadi, bukan rekening perusahaan dealer Honda. Hingga akhirnya, uang DP sekitar Rp 47 juta milik Yunita raib digondol oknum sales tersebut.

Director Honda Jakarta Center, Hendra Kustiawan, mewanti-wanti kepada seluruh para calon konsumen Honda supaya berhati-hati ketika ingin melakukan setiap proses pembayaran.

"Balik lagi untuk pembayaran, baik untuk tanda jadi, down payment, atau pembayaran full, kami mohon kepada semua konsumen Honda untuk membayar ke dealer resmi, rekening dealer resmi. Itu wajib," kata Hendra di arena JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat (7/4).

"Kalau sebelumnya di SPK itu kan jelas, bahwa (konsumen) harus transfer kepada rekening dealer resmi, misalnya PT-nya apa, lalu nomor rekeningnya sekian," tambah Hendra.

Di sisi lain, dengan adanya kasus penipuan oleh oknum sales Honda MT Haryono, dealer-dealer Honda di Jakarta akan lebih selektif dan ketat saat proses recruitment pegawai.

"Karena sebagaimana pun juga baiknya rekrutmen kami, kalau mungkin--mohon maaf ya--ada orang-orang yang berniat untuk melakukan itu, semestinya masih ada celah ya. Tapi sekarang itu kita di beberapa tempat, baik itu di showroom maupun aftersales, informasi seperti itu sudah dicantumkan," ujar Hendra.

"Sekaligus ini jadi bahan review buat di bagian recruitment, baik di sales maupun aftersales, pada recruitment itu pihak HR dan pihak tim sales, baik pihak supervisor dan manajernya itu wajib untuk sebelum terima, mereka harus mengetahui tempat tinggal dari calon pegawai bersangkutan. Ini sebagai salah satu tindakan preventif (pencegahan)," tukasnya.

Simak Video 'Klarifikasi Dealer Honda Terkait Dugaan Kasus Penipuan Oknum Sales':

[Gambas:Video 20detik]



(lua/lth)