ADVERTISEMENT

Wah Murah Banget! Segini Pajak Tesla Milik Indra Kenz yang Bakal Disita Polri

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 09 Mar 2022 18:33 WIB
Mobil mewah Indra Kenz
Tesla milik Indra Kenz. (Instagram @indrakenz)
Jakarta -

Mobil listrik Tesla milik Indra Kenz disita Bareskrim Polri. Mobil listrik Tesla Model 3 seharga Rp 1,5 miliar yang dia beli karena nggak bisa tidur itu punya pajak tahunan yang murah bangeeet!

Indra Kenz yang menjadi tersangka kasus Binomo dikenal sebagai salah satu crazy rich yang kerap memamerkan gaya hidup mewah. Di beberapa unggahannya di media sosial, Indra Kenz sering beli barang-barang mewah yang harganya sampai miliaran rupiah tapi dia selalu bilang, "Wah, murah banget!".

Tapi kalau pajak mobil listrik Tesla Model 3 yang dimiliki Indra Kenz ini memang benar-benar murah. Dari Informasi Data Kendaraan dan Pajak Kendaraan Bermotor Pemprov DKI Jakarta, Tesla Model 3 bernomor polisi B 14 DRA itu pajaknya cuma Rp 2 jutaan. Padahal, nilai jual kendaraan bermotor (NJKB)-nya mencapai Rp 1 miliaran.

Dalam data itu, mobil listrik Tesla Model 3 ini merupakan mobil kepemilikan pertama. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang harus dibayarkan setiap tahun hanya Rp 2.205.800. Ini jauh lebih murah dibanding mobil BBM. Sebagai pembanding, contohnya pajak Mitsubishi Xpander Ultimate yang harganya jauh lebih murah dari Tesla tapi pajaknya Rp 4,2 juta.

Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta memang memberikan insentif keringanan pajak untuk kendaraan listrik. Menurut Humas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta Andri, PKB kendaraan listrik yang dibayarkan hanya 10% dari pajak normal.

Mobil listrik mewah Tesla Model 3 milik Indra Kenz diserahkan ke Polri. Indra adalah tersangka kasus dugaan penipuan investasi binary option alias opsi biner melalui aplikasi Binomo yang dijerat pasal berlapis termasuk tindak pidana pencucian uang (TPPU).Mobil listrik mewah Tesla Model 3 milik Indra Kenz diserahkan ke Polri. Indra adalah tersangka kasus dugaan penipuan investasi binary option alias opsi biner melalui aplikasi Binomo yang dijerat pasal berlapis termasuk tindak pidana pencucian uang (TPPU). Foto: Istimewa

"Untuk PKB tahunannya hanya bayar 10% saja dari nilai normalnya, diberi insentif," kata Andri kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Dia bilang, perhitungan PKB kendaraan listrik sebenarnya sama saja dengan kendaraan lain. Hanya, untuk kendaraan listrik pemiliknya cukup bayar 10% dari PKB keseluruhannya.

"Sama saja hanya bedanya untuk listrik yang dibayarkan hanya 10%. Kalau (kendaraan) konvensional ya full," bilangnya.

Misalnya, Tesla milik Indra Kenz ini punya NJKB Rp 1.076.000.000. Normalnya, PKB yang harus dibayarkan mencapai Rp 21 jutaan (PKB=NJKB X 2%). Tapi karena mobil listrik hanya 10% yang dikenakan, maka pajak Tesla milik Indra Kenz ini lebih murah jadi Rp 2,2 jutaan.



Simak Video "Fakta-fakta Sidang Perdana Indra Kenz Terkait Kasus Binomo"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT