ADVERTISEMENT

Mobil Rakitan Indonesia Laris di Negara-negara Ini

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 25 Feb 2022 12:38 WIB
Kegiatan ekspor mobil terus dilakukan meski di tengah pandemi COVID-19. Pasalnya, kegiatan ekspor merupakan salah satu pemasukan devisa ke negara.
Mobil rakitan Indonesia laris di negara ini. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat perkembangan bongkar muat ekspor kendaraan CBU melalui terminal IPCC pada tahun 2021 meningkat dobel digit. Mobil rakitan Indonesia laris di negara-negara ini.

Pada 2021, tercatat kendaraan CBU rakitan Indonesia yang diekspor mencapai 290.276 unit. Angka itu meningkat 25,79% dibanding tahun 2020.

Ekspor 2021 memang masih di bawah pencapaian 2019 yang saat itu ekspor CBU melalui Terminal IPCC mencapai 326.047 unit. Namun, pencapaian di tahun 2021 patut diapresiasi seiring dengan pemulihan ekonomi global yang dibarengi dengan berkurangnya pembatasan impor kargo di sejumlah negara tujuan dan meningkatnya permintaan akan kendaraan CBU di sejumlah negara tersebut.

Mobil buatan Indonesia laris di negara-negara tujuan ekspor. Filipina masih menjadi tujuan ekspor terbesar kendaraan CBU dari Indonesia.

Sepanjang 2021, kendaraan CBU yang telah diekspor ke Filipina mencapai 63.021 unit atau lebih tinggi 0,32% dari tahun sebelumnya yang telah diekspor sebanyak 62.818 unit.

Urutan kedua adalah Vietnam. Sepanjang 2021, Vietnam telah mengimpor kendaraan CBU rakitan Indonesia melalui Terminal IPCC sebanyak 43.301 unit dengan peningkatan 25,93% dibandingkan tahun 2020 sebanyak 34.384 unit CBU.

"Selain kedua negara tersebut, di sekitar wilayah Asia Tenggara, Indonesia juga telah mengekspor sejumlah kendaraan CBU melalui Terminal IPCC ke negara Thailand, Brunei Darussalam, Malaysia, Kamboja, Laos, dan Singapura. Selain itu, juga telah diekspor sejumlah kendaraan ke Papua Nugini dan Timor Leste. Adapun ekspor ke Benua Australia yang secara geografis sangat berdekatan dengan Indonesia masih tergolong rendah. Namun demikian, patut diapresiasi karena entry barrier untuk tujuan Australia tergolong tidak mudah," tulis IPCC dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, secara historis ekspor mobil menuju Australia telah ada sejak 2020. Pada tahun tersebut, telah dilakukan ekspor sebanyak 1 unit CBU dan di tahun 2021 sebanyak 10 unit. Sementara itu, pada bulan Januari 2022 telah dilakukan ekspor CBU ke Australia sebanyak 4 unit CBU dari Terminal IPCC.

"Dengan pemulihan ekonomi global yang terus terjadi sejak adanya imbas Pandemi Covid-19 dan meningkatnya permintaan akan kendaraan CBU secara global serta dibarengi dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan bongkar muat yang terintegrasi di Terminal IPCC maka diharapkan laju ekspor kendaraan CBU melalui Terminal IPCC dapat terus mengalami peningkatan."

"Hal ini juga membantu dan mendukung upaya Pemerintah untuk lebih menggencarkan lagi ekspor kendaraan dari Indonesia sehingga memberikan nilai tambah dan manfaat lebih baik bagi industri otomotif beserta supply chain dan ekosistem logistik khususnya dan juga bagi perekonomian Indonesia," sebut IPCC.



Simak Video "Ekspor Mobil 'Made in Indonesia' Meningkat, SUV Suzuki Kian Diminati"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT