Gong Xi Fa Cai, Ini Merek Mobil China yang Jualan di Indonesia

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Selasa, 01 Feb 2022 11:45 WIB
detikOto bersama tim detikTravel dan detikFood melakukan road trip dari Jakarta-Bali dan kembali ke Jakarta sejauh lebih dari 3.000 km. Seberapa tangguh?
Wuling, salah satu merek mobil China yang meraih sukses di Indonesia (Rifkianto Nugroho/detikoto)
Jakarta -

Persaingan pasar otomotif di Indonesia bakal semakin ramai di tahun ini. Persaingannya bukan hanya akan didominasi pabrikan Jepang dan Korea saja, merek-merek asal China bakal memanaskan persaingan.

Sejauh ini penjualan kendaraan di Indonesia masih didominasi oleh pabrikan asal Jepang. Sementara merek asal China masih kalah saing selama beberapa tahun terakhir, pun begitu merek-merek Eropa atau Amerika Serikat yang harganya relatif lebih mahal.

Namun perlahan tapi pasti, beberapa produsen otomotif China mulai masuk ke Tanah Air dan menancapkan kukunya. Sejauh ini sudah ada tiga merek otomotif asal China yang hadir di pasar otomotif Indonesia, yaitu Wuling, DFSK, dan Chery.

Khusus Chery, ini merupakan yang kedua kalinya perusahaan tersebut masuk ke pasar otomotif Indonesia. Chery pertama kali datang ke Tanah Air pada 2006, namun sejak 2016 nama Chery tak lagi terdaftar di Gaikindo.

Chery Tiggo 8 ProChery Tiggo 8 Pro Foto: Rengga Sancaya

Namun baru-baru ini, Chery kembali meramaikan pasar otomotif. Tak tanggung-tanggung, Chery langsung mengenalkan tiga mobil SUV sekaligus yang bakal dipasarkan di Tanah Air yakni Tiggo 4 Pro, Tiggo 7 Pro, dan Tiggo 8 Pro.

Sementara itu, merek Wuling telah hadir di Indonesia sejak 2017. Saat itu Wuling secara resmi mengoperasikan pabrik seluas 60 hektar di Cikarang, Jawa Barat. Wuling mengklaim jika pabrik tersebut dapat memproduksi sekitar 120.000 unit per tahun.

Tak lama setelah meresmikan pabrik, di tahun yang sama Wuling juga meluncurkan Confero dan Confero S di Tanah Air. Mobil yang masuk di segmen low MPV ini hadir untuk bersaing dengan Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, hingga Honda Mobilio.

Wuling juga sangat gencar untuk bersaing di pasar otomotif Indonesia. Dalam kurun tiga tahun Wuling meluncurkan sejumlah mobil baru yakni Wuling Cortez (2018), Wuling Formo (2018), dan Wuling Almaz (2019).

detikOto mencoba membawa Wuling Almaz RS ini menuju Savana Tianyar di Karangasem, Bali dengan medan berpasir dan berbatu.detikOto mencoba membawa Wuling Almaz RS ini menuju Savana Tianyar di Karangasem, Bali dengan medan berpasir dan berbatu. Foto: Rifkianto Nugroho

Selanjutnya ada merek DFSK yang juga memulai debutnya pada 2017 silam. Perjalanan DFSK di Tanah Air dimulai dengan peresmian pabrik di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten. Pabrik tersebut dibangun di atas lahan seluas 20 hektar dan diklaim dapat memproduksi sekitar 50.000 unit kendaraan setiap tahunnya.

Merek otomotif asal China ini kemudian menghadirkan sejumlah model kendaraan penumpang berjenis SUV, mulai dari DFSK Glory 580, DFSK Glory 560, dan DFSk Glory i-AUTO. DFSK juga memasarkan kendaraan komersial yakni Super Cab dan DFSK Gelora dengan model blind van.

Sebenarnya ada satu merek lagi asal China yang juga sempat meramaikan pasar otomotif Indonesia, yakni Geely. Masuk pertama kali sejak 2011, sayangnya penjualan mobil Geely tak terlalu fantastis sehingga pada 2017 lalu Geely harus mengakhiri perjalanannya di Indonesia.

Berbeda dengan Chery yang akhirnya comeback ke pasar otomotif Indonesia, Geely belum menunjukkan adanya tanda-tanda tersebut. Justru ada merek otomotif asal China lainnya yang bakal masuk ke Indonesia yaitu BYD. Namun sampai saat ini belum ada kabar lebih baru mengenai hal tersebut.



Simak Video "Mobil China Makin Dipercaya Masyarakat Indonesia, Apa Buktinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)