Jika Diskon PPnBM Disetop, Toyota Pede Penjualan Mobil Tak Turun Drastis

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Jumat, 10 Des 2021 14:11 WIB
Toyota Avanza di GIIAS 2021
Toyota All New Avanza termasuk dalam salah satu mobil yang mendapat program PPnBM DTP Foto: Rangga Rahadiansyah/detikOto
Jakarta -

Pemerintah tak kunjung memberi kepastian akan diperpanjang atau tidaknya program Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP). Program insentif PPnBM ini dijadwalkan akan berakhir pada akhir tahun 2021.

Adanya program insentif PPnBM ini memberikan dampak positif bagi industri otomotif, tak terkecuali bagi masyarakat yang ingin membeli mobil baru. Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, program ini sukses mendongkrak penjualan mobil hingga 71,02% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Program insentif PPnBM untuk mobil baru ini juga membantu memulihkan industri pendukung. Peserta program PPnBM DTP telah memberdayakan 319 perusahaan industri komponen tier 1. Upaya ini juga telah mendorong peningkatan kinerja industri komponen tier 2 dan 3 yang sebagian besar termasuk kategori industri kecil dan menengah.

Toyota pun mengamini bangkitnya industri otomotif Tanah Air berkat program PPnBM DTP ini. Mereka berharap, pemerintah memperpanjang insentif PPnBM ini, walau tidak 100% setidaknya di 50% atau nilai lain yang dianggap terbaik oleh pemerintah.

"Ya pasti. Saya rasa nggak cuma saya. Customer, banyak orang (yang berharap diperpanjang)," ucap Anton Jimmi Suwandi, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) pada ajang Journalist Test Drive Toyota All New Avanza dan All New Veloz di Pulau Bali.

"Ya ini kan kembali ke hitung-hitungan pemerintah. Cuma kalau melihat kondisi yang sekarang, ya at least diperpanjang lah. Gapapa itu 100%, 50%, mungkin pemerintah punya pertimbangan yah, yang terbaik lah," lanjutnya.

Namun Toyota percaya diri, kalau sampai PPnBM diberlakukan normal atau insentifnya tak diperpanjang oleh pemerintah, market tidak akan langsung anjlok kembali.

"Yang kita tahu adalah, dibandingkan tahun sebelumnya, pada saat tahun sebelumnya, pada saat market 500 ribu dengan sekarang kira-kira 800 ribuan, ya kan berarti market naik sampai 60-70%," papar Anton.

"Tapi apakah begitu (insentif) PPnBM turun, market akan turun 60%? Kan rasanya enggak. Tapi berapa angka persisnya, ya kita belum punya pengalaman dan kita nggak tahu cara menghitung persisnya kira-kira seperti apa," tutupnya.



Simak Video "Diskon PPnBM Diperpanjang, Apa Sih Untungnya Buat Negara?"
[Gambas:Video 20detik]
(mhg/rgr)