Menanti Toyota Calya Jadi Mobil Listrik

Ridwan Arifin - detikOto
Minggu, 05 Des 2021 08:09 WIB
Toyota melakukan penyegaran pada mobil Calya di tahun 2019 ini. Penyegaran ini dilakukan pertama kalinya setelah tiga tahun mengaspal di Indonesia.
Toyota Calya mau disulap jadi mobil listrik. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Memperbanyak kendaraan listrik salah satunya dengan konversi dari internal combustion engine (ICE) jadi battery electric vehicles (BEV). Ternyata diam-diam Toyota Calya tengah masuk studi untuk dialihkan menjadi BEV.

Hal ini diungkapkan Ketua Laboratorium Konversi Energi Elektrik Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi dalam gelaran Indonesia Electric Motor Show 2021 beberapa waktu yang lalu. Pihaknya bersama Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) tengah melakukan studi pada Toyota Calya untuk dikonversikan jadi mobil listrik.

"Kami juga sudah melakukan kegiatan konversi untuk yang low segmen, yaitu berbasis Toyota Calya. Ini resmi dengan Toyota Motor Manufacturing Indonesia," ujar Agus.

Agus mengatakan konversi ini masuk dalam kategori medium low. Belum diungkapkan jenis baterai dan bagaimana konversi struktur rangka dari Toyota Calya BEV tersebut.

Di satu sisi, Agus bilang bahwa aturan terkait dengan konversi mobil listrik berkaitan dengan prinsipal secara global. Diharapkan mobil listrik dari konversi Toyota Calya ini bakal diperkenalkan pada tahun 2021.

"Terus terang kalau untuk sepeda motor relatif sudah keluar aturannya [dari Kementerian Perhubungan], untuk mobil memang ternyata kita harus mengadopsi, atau comply standar internasional yang juga tidak ringan apalagi membawa global brand. Tentu saja kita harus memenuhi ketentuan," kata Agus.

"Ini (konversi) sudah kami lakukan dari 2020, tapi agak tertunda karena pandemi, mungkin di akhir bulan ini kita bisa sosialisasikan hasilnya," ungkapnya.

Sebagai informasi, dengan melakukan konversi maka sistem gerak pada kendaraan konvensional menjadi bertenaga listrik. Aturan konversi motor listrik, sudah tertuang pada Peraturan Menteri (PM) Nomor 65 Tahun 2020.

Direktur Sarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan, Mohammad Rizal Wasal mengatakan saat ini masih membutuhkan masukan dari pihak-pihak terkait dalam pembuatan regulasi soal kendaraan konversi.

"Konversi tetap kami lakukan dan pembinaan tetap kami lakukan terhadap bengkel maupun perorangan yang melakukan konversi kendaraan bermotor. Itu tetap kami lakukan," ujar Risal.



Simak Video "Strategi Toyota! Buat Harga Avanza Makin Jauh Tinggalkan Calya"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)