Nissan Setop Jualan Mobil BBM Mulai 2050

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Kamis, 02 Des 2021 19:41 WIB
Nissan LEAF
Nissan berencana hanya menjual mobil nol emisi pada 2050. Foto: Nissan
Yokohama -

Nissan berencana untuk melakukan investasi besar dalam mempercepat pengembangan mobil listrik dalam lima tahun ke depan. Perusahaan rencananya akan melakukan investasi hingga US$ 17,6 triliun untuk mempercepat elektrifikasi.

Dikutip dari Nikkei Asia, strategi Nissan terungkap dalam rencana Nissan Ambition 2030 yang menggambarkan target jangka panjang perusahaan, termasuk beralih ke tenaga listrik.

"Nissan menempatkan elektrifikasi di tengah strategi kami menuju Nissan Ambition 2030," kata Presiden dan CEO Nissan, Makoto Uchida dalam konferensi pers virtual beberapa waktu lalu.

Dalam rencana tersebut, pada tahun 2026 pabrikan asal Jepang ini menargetkan sekitar 55% penjualan mobil barunya di Jepang telah mengusung tenaga listrik, sementara itu 40% nya lagi mendominasi pasar otomotif di China.

Sementara di Amerika Serikat, mobil listrik Nissan diharapkan dapat mendominasi pasar penjualan hingga 40% yang ditargetkan terwujud pada 2030 mendatang.

"Titik kritis untuk mengusung mobil EV akan didorong oleh kemajuan platform listrik, power train, dan teknologi baterai," ujar Ashwani Gupta selaku Chief Operating Officer Nissan.

Investasi besar yang dilakukan Nissan hingga mencapai Rp 235 triliun ini akan digunakan untuk pengembangan kendaraan listrik serta hybrid. Perusahaan berharap dapat meluncurkan sebanyak 23 model kendaraan listrik, termasuk 15 di antaranya merupakan mobil listrik baru.

Nissan juga punya target besar untuk menjual seluruh mobil dengan nol emisi karbon yang akan hadir pada 2050 mendatang. Dalam waktu dekat Nissan telah mengusung target jika setengah penjualan mobil barunya sudah bertenaga listrik pada 2030 nanti.

Soal mobil listrik, saat ini Nissan sudah punya Leaf serta Ariya. Khusus tipe Leaf, mobil EV ini sudah hadir sejak 10 tahun lalu dan generasi terbarunya yakni All New Nissan Leaf sudah resmi diperkenalkan di Indonesia pada Agustus silam.

Sementara untuk Ariya merupakan mobil listrik terbaru dari Nissan. SUV yang disetrum ini sudah dijual secara resmi di Jepang dan beberapa negara Eropa. Rencananya Nissan Ariya baru akan hadir pada 2023 mendatang di Amerika Serikat.

Fokus Nissan saat ini adalah bergerak masuk lebih dalam ke persaingan industri mobil listrik. Perusahaan juga mengatakan sedang mengerjakan teknologi bebas cobalt demi memangkas biaya produksi baterai cairan lithium-ion lebih dari 65 persen pada 2028 mendatang.



Simak Video "Apa Jadinya Kalau Sedan Klasik Nissan Bluebird Disetrum Menjadi Mobil Listrik?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)