Damri Pakai Armada Mobil Listrik DFSK: Iritnya Rp 200 per KM, tapi Harganya..

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 26 Nov 2021 15:27 WIB
DFSK Gelora Damri
Wujud mobil listrik DFSK Gelora yang digunakan oleh Damri Foto: dok. DFSK
Jakarta -

Damri mulai menggunakan kendaraan ramah lingkungan dalam bentuk mobil listrik. DFSK dan Damei menjalin kerja sama untuk menggunakan mobil listrik DFSK Gelora E.

DAMRI saat ini sedang melakukan uji coba DFSK Gelora E untuk beberapa waktu ke depan, sekaligus mengkaji peluang penggunaan DFSK Gelora E untuk armada usaha mereka di masa mendatang.

Direktur Utama Damri, Milatia Moemin mengatakan pengoperasian armada listrik tersebut kerjasama dengan PT Sokonindo Automobile, jenisnya ialah mikro bus DFSK. Sedangkan bus listrik yang dioperasikan ialah kolaborasi dengan PT Energi Makmur Buana dengan merek Edison Motors.

"Pengoperasian bus listrik ini adalah wujud komitmen untuk turut serta berkontribusi mencapai target kendaraan listrik berbasis baterai yang mencapai 20 persen populasi kendaraan di Indonesia pada tahun 2025, dan penurunan emisi gas buang hingga 29 persen pada 2030," kata Milatia seperti dikutip Antara, Kamis (26/11/2021).

DFSK Gelora DamriDFSK Gelora digunakan oleh Damri Foto: dok. DFSK

"Semangat DAMRI terutama dalam HUT ke-75 tahun untuk menghadirkan armada yang ramah lingkungan sejalan dengan semangat DFSK yang hadir sebagai solusi mobilitas masyarakat di Tanah Air. Kami memiliki DFSK Gelora E yang sepenuhnya digerakan oleh tenaga listrik dan nol emisi gas buang. Selain itu, DFSK Gelora E juga memiliki utilitas yang tinggi dan bisa digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan usaha yang dijalankan oleh DAMRI," ungkap PR & Media Manager PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi.

DFSK Gelora E tersedia dalam model Minibus yang cocok digunakan sebagai sarana transportasi wisatawan atau model blind van sebagai kendaraan angkutan barang atau logistik dengan panjang ruang bagasi hingga 2,63m. DFSK Gelora E yang tidak memiliki mesin pembakaran sehingga kabin lebih senyap, dan tidak meninggalkan bau kurang sedap akibat pembakaran bahan bakar minyak (BBM).

DFSK mengklaim, Gelora E mendukung bisnis melalui biaya operasional harian yang terbilang rendah dan sangat memungkinkan untuk meningkatkan margin keuntungan bisnis. Gelora E model minibus dan blind ban hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 200 per kilometer. Ini lebih rendah 1/3 dibandingkan dengan kendaraan komersial konvensional.

DFSK Gelora E memiliki jarak tempuh berkendara hingga 300 kilometer berdasarkan NEDC (New European Driving Cycle). Pengisian daya baterai juga mudah berkat sistem pengisian normal yang cocok untuk lingkungan listrik rumah tangga dengan rata-rata 220V 16A, atau fitur fast charging di mana kapasitas 20 - 80% hanya membutuhkan waktu 80 menit.

Sebagai kendaraan komersial, mobil listrik DFSK Gelora E didukung tenaga dengan torsi maksimum mencapai 200 Nm. Menyoal harga, DFSK Gelora E model minibus saat peluncuran ditawarkan dengan harga berkisar antara Rp 510.000.000 - Rp 520.000.000 dan model blind van dengan harga Rp 480.000.000 - Rp 490.000.000

(riar/mhg)