Pandemi Terkendali, Berapa Mobil Baru Terjual di Indonesia Tahun 2022?

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 23 Nov 2021 08:27 WIB
All New Toyota Avanza
Prediksi penjualan mobil di Indonesia tahun 2022. Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta -

Penjualan mobil di Indonesia semakin membaik di tahun 2021 seiring dengan terkontrolnya pandemi dan pemberian insentif PPnBM dari pemerintah. Lalu seberapa banyak mobil baru terjual di Indonesia pada tahun 2022 nanti?

Pandemi virus Corona (COVID-19) yang terjadi di Indonesia pada awal 2020 lalu membuat industri otomotif terpukul. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan mobil baru secara wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) sepanjang 2020 hanya 532.027 unit. Padahal tahun 2019 penjualan mobil menyentuh angka lebih dari satu juta unit.

Di tahun 2021, penjualan mobil di Indonesia mulai membaik. Hal itu berkat melandainya kasus COVID-19, dikebutnya vaksinasi, serta didukung kebijakan relaksasi PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) DTP (Ditanggung Pemerintah) yang berakhir Desember 2021 nanti. Menurut data Gaikindo, pada September 2021 penjualan mobil mencapai 84.113 unit. Sementara secara total dari Januari-September 2021, mobil yang terjual adalah 627.537 unit.

Sekadar memprediksi pasar mobil di tahun depan, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy, memperkirakan trennya tetap akan positif. Asal perekonomian stabil, pandemi terkendali, dan tidak ada gelombang lanjutan virus Corona.

"Saya rasa kalau berbicara market, ada beberapa faktor utama yang kita perhatikan sejak tahun lalu. Faktor utamanya adalah dari ekonomi dan COVID-19. Jadi dengan COVID-19 bisa dikendalikan dan stabil, maka ekonomi semakin meningkat, saya rasa ini faktor positif yang juga kita harapkan tahun depan. Mudah-mudahan tidak ada lagi wave 3, wave 4, yang akan membuat kondisi kita menurun lagi," kata Anton dalam diskusi virtual belum lama ini.

Selain dua faktor itu, Anton juga melihat bagaimana kondisi suplai kendaraan dari pabrikan. Tahun ini proses produksi komponen ada beberapa terganggu. Jika di tahun depan situasinya akan lebih membaik, maka demand dan supply-nya akan seimbang.

"Dan ada juga satu faktor yang kita sedang menunggu juga informasi dari pemerintah (yakni insentif PPnBM). Tahun ini kita banyak dibantu dengan adanya insentif PPnBM, jadi bagaimana dengan insentif ini di awal tahun depan, mudah-mudahan ada pertimbangan untuk tetap melanjutkan, untuk meng-consider juga impact positif dari insentif ini terhadap total industri otomotif bersama turunannya, baik dealer, customer juga," sambung Anton.

"Jadi saya rasa tiga poin utama itu, men-summary untuk prediksi kita untuk tahun depan, mudah-mudahan kita bisa mencapai angka di atas 900 ribu. Jadi range yang kita bayangkan 900-950 ribu. Memang belum sampai 1 juta, tapi mendekati ya. Mudah-mudahan ini hal yang positif," tukasnya.

(lua/din)