Diskon PPnBM Diperpanjang? Rahmat Gobel: Pemerintah Harus Geliatkan Otomotif

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Senin, 22 Nov 2021 10:06 WIB
Rachmat Gobel di GIIAS 2021
Rachmat Gobel bersama Yohannes Nangoi dan Jongkie D Sugiarto tengah berkeliling pameran GIIAS 2021 Foto: Muhammad Hafizh GemilangJongkie D. Sugiarto
Jakarta -

Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 100% atau PPnBM Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) dijadwalkan akan berakhir pada akhir Desember 2021. Program insentif dari pemerintah ini, tergolong sukses mendongkrak angka penjualan mobil baru.

Dikabarkan sebelumnya, pemerintah tengah mengevaluasi program diskon PPnBM 100% untuk tahun 2022. Menurut Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel diskon PPnBM ini sejatinya menjadi langkah yang dapat menggiatkan industri otomotif untuk tumbuh kembali.

"Menurut saya pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang menggiatkan industri otomotif untuk tumbuh kembali, karena otomotif ini menjadi salah satu barometer dalam ekonomi kita sendiri," papar Rachmat Gobel kepada detikcom pada ajang GIIAS 2021.

"Jadi langkah pemerintah harus ikut terlibat bagaimana mendorong industri otomotif, apalagi industri otomotif puluhan triliun dari Jepang itu investasi, bahkan lebih dari 50 triliun mungkin," sambungnya.

Rachmat secara tidak langsung mendukung program relaksasi PPnBM ini dan mendorong agar industri otomotif Tanah Air bangkit kembali, agar roda ekonomi nasional dapat kembali bergulir dengan kuat.

Senada, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, otomotif merupakan salah satu industri yang sangat terkena dampak dari pandemi di tahun 2020 lalu. Namun, pemerintah punya solusi yaitu dengan memberikan relaksasi PPnBM.

"Oleh sebab itu, pemerintah kemudian membuat kebijakan untuk sementara relaksasi PPnBM yang diberikan. Dan ini kita lihat sangat mendongkrak penjualan, mendongkrak produksi dari industri otomotif kita," papar Jokowi kepada awak media di GIIAS 2021.

Informasi tentang diperpanjangnya diskon PPnBM 100% ini belum dikonfirmasi oleh pemerintah, padahal program ini akan berakhir dalam waktu kurang dari dua bulan lagi.

"Evaluasi (untuk perpanjangan PPnBM DPT tahun 2022) udah dimulai dari sekarang," buka Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasimita kepada wartawan di arena GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2021, ICE, BSD City, Tangerang, Jumat (19/11/2021).

Jika dilanjutkan nanti, apakah program relaksasi tersebut tetap berupa diskon PPnBM 100% atau dikurangi menjadi diskon PPnBM 75% atau 50%? Agus belum mau menjawabnya lebih rinci. "Sedang kita bahas ya," singkatnya.

Simak video 'Diskon PPnBM 100%, Siapa yang Diuntungkan?':

[Gambas:Video 20detik]



(mhg/din)