India ke Tesla: Jangan Jual Mobil Listrik 'Made in China' di Negara Kami

Ilha - detikOto
Minggu, 10 Okt 2021 07:07 WIB
Lyngdal, Norway - August 02 2021: Tesla Superchargers at use at Handelsparken.
Tesla diminta bikin pabrik mobil listrik di India. Mau? (Getty Images/Trygve Finkelsen)
Jakarta -

Pemerintah India membujuk Tesla agar memindahkan pabrik mobil listriknya dari China ke India. Bahkan, pemerintah India menginginkan pabrik Tesla di negaranya menjadi pemasok utama mobil EV ke seluruh dunia.

Dikutip dari Times of India, hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Transportasi India, Nitin Gadkari. Dia berujar jika Tesla seharusnya mulai berhenti memproduksi mobil listrik dari pabrik di China.

Selain itu, Gadkari berharap jika perusahaan milik Elon Musk ini dapat menjadikan India sebagai pusat ekspor mobil listrik Tesla ke seluruh dunia.

"Saya sudah sampaikan ke Tesla untuk tidak menjual kendaraan listrik di India yang diimpor dari pabrik di China. Seharusnya mereka membangun pabrik listrik di India, dan juga mengekspor mobil dari India ke seluruh dunia," kata Gadkari.

Pernyataan oleh Gadkari tersebut didasari atas sejumlah pembatasan ekspor dan impor yang dilakukan pemerintah China ke beberapa negara. Selain itu, hal ini dapat mengurangi biaya bea cukai pada kendaraan listrik di India yang tergolong besar.

"Apa pun dukungan yang Anda (Tesla) inginkan, akan disediakan oleh pemerintah kami," ujarnya.

Sampai saat ini, pabrik Tesla di China telah memproduksi Model Y dan Model 3 untuk dikirim ke sejumlah negara. Perusahaan juga menetapkan Gigafactory Shanghai menjadi pusat ekspor kendaraan listrik Tesla karena lonjakan permintaan di Amerika Serikat dan Eropa. Sementara pabrik Tesla di Freemont tak sanggup memenuhi jumlah produksi tersebut.

Sempat Dikabarkan Ingin Bangun Pabrik di Indonesia

Beberapa waktu lalu, sejumlah rumor beredar jika Tesla akan membangun pabrik mobil listrik di Indonesia. Namun, belakangan ini kabar mengejutkan datang jika Tesla lebih tertarik membangun pabrik di India.

Hal ini memberikan isyarat jika perundingan pemerintah Indonesia untuk mendapatkan investasi dengan Tesla gagal. Akan tetapi, investasi bersama Tesla tetap berlanjut namun bukan dalam hal pembangunan pabrik mobil listrik.

"Saya klarifikasi yang Tesla ini kami masih bicara, cuma nggak bisa detil. Cuma kita itu nggak pernah bicara soal pabrik mobil dengan mereka," ujar Septian Hario Seto, Deputi Investasi dan Pertambangan Kemenkomarves.

Tesla saat ini mengincar investasi di sektor Energy Storage System (ESS) atau sistem penyimpanan energi. ESS sendiri adalah alat yang bekerja seperti 'power bank' yang menyimpan listrik dengan skala besar hingga ratusan megawatt (MW) dan bisa sebagai stabilisator atau untuk pengganti pembangkit peaker (penopang beban puncak).



Simak Video "Mobil Listrik Murah dari Wuling Laku Keras di China, Hajar Penjualan Tesla"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)