Tak Harus Pemerintah, Siapa pun Kini Bisa Buka Bisnis SPKLU Kendaraan Listrik

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 23 Sep 2021 16:32 WIB
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) diresmikan di Kantor Pusat PLN dan Depan Kantor Distribusi Jakarta Raya. SPKLU ini untuk mendukung program kendaraan listrik di Indonesia.
Buat ngecas kendaraan listrik, siapa pun bisa buka bisnis SPKLU. Foto: Istimewa/PLN
Jakarta -

Indonesia menyambut era elektrifikasi kendaraan bermotor. Infrastruktur pendukung kendaraan listrik terus dikebut, salah satunya memperbanyak Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Kini, SPKLU tidak hanya bisa disiapkan Pemerintah. Siapa pun bisa membangun SPKLU buat kendaraan listrik.

PT PLN (Persero) membuka peluang untuk keterlibatan swasta dalam pengembangan SPKLU. Dalam waktu dekat, PLN juga akan meluncurkan website khusus pendaftaran waralaba SPKLU untuk mempermudah calon mitra yang ingin bergabung di bisnis ini.

PLN menargetkan akan membangun 67 unit SPKLU lagi yang tersebar di Indonesia sampai dengan akhir tahun ini. Sementara dalam Grand Strategi Energi Nasional, pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 572 SPKLU pada 2021 dan mencapai 31 ribuan unit pada 2030.

Menurut Direktur Niaga dan Manajemen PLN Bob Saril, saat ini PLN sudah punya 46 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 33 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Hadirnya SPKLU akan memudahkan para pemilik kendaraan listrik untuk mengisi daya di tengah perjalanan jarak jauh.

"Kami sudah menyediakan 46 unit SPKLU yang bisa mendukung para pemilik kendaraan listrik. Ini wujud peran aktif kami untuk memberikan kemudahan yang harapannya bisa mendorong pertumbuhan kendaraan listrik lebih masif lagi," kata Bob dalam keterangan tertulisnya.

Selain menyiapkan SPKLU, peran aktif PLN dalam mendorong kendaraan listrik adalah PLN bergabung bersama MIND ID, Antam dan Pertamina dalam Indonesia Battery Corporation.

"Langkah-langkah tersebut merupakan upaya PLN untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik yang ramah lingkungan di Indonesia," ujar Bob.

PLN juga memberikan insentif bagi para pemilik kendaraan listrik berupa diskon tarif 30 persen pada pemakaian malam hari.

"Mengapa malam hari, karena pengalaman dari banyak negara, pemilik mobil listrik melakukan pengisian daya paling banyak di rumah saat malam hari. Kami memberikan stimulus kepada para pelanggan berupa diskon tarif mulai pukul 22.00 hingga 05.00," kata Bob.

Dijelaskan, pola pengisian daya kendaraan listrik berbeda dengan kendaraan konvensional Kendaraan listrik polanya menyerupai pola pengisian daya gawai, malam dicas untuk penggunaan di siang hari.

Dengan pola seperti itu, daya untuk mobil listrik sebagian besar akan diperoleh dari listrik rumah. Makanya, PLN mendorong pelanggannya untuk memanfaatkan diskon pemasangan dan pengisian menggunakan home charging.



Simak Video "Electrifying Lifestyle Festival, PLN UIW Sulselrabar Konvoi Kendaraan Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)