Xiaomi Akan 'Caplok' Perusahaan Otomotif Jerman Demi Cita-cita Bikin Mobil Listrik

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 15 Sep 2021 07:35 WIB
Salah satu produk mobil buatan perusahaan Jerman, Borgward
Foto: Dok. Borgward. Salah satu produk mobil buatan perusahaan Jerman, Borgward.
Jakarta -

Perusahaan teknologi asal China, Xiaomi, akan terjun ke industri kendaraan listrik. Untuk memuluskan rencana itu, Xiaomi pun berencana mengakuisisi perusahaan otomotif asal Jerman, Borgward. Xiaomi menargetkan memperkenalkan mobil listrik pertamanya pada 2024.

Seperti dikutip dari Paultan, Xiaomi dilaporkan merencanakan pembelian merek Borgward bersama dengan fasilitas produksinya di Beijing, China. Pabrik tersebut nantinya akan digunakan oleh Xiaomi EV Inc., untuk meningkatkan kapasitas produksi kendaraan listrik secepat mungkin.

Sekadar informasi, fasilitas pabrik Borgward di China bisa menampung kapasitas produksi hingga 180.000 unit. Lebih dari itu, fasilitas tersebut juga bisa ditingkatkan kapasitas produksinya dua kali lipat, menjadi 360.000 unit per tahun pada fase kedua.

kantor Xiaomi di BeijingKantor Xiaomi di Beijing Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan

Pabrik Borgward sendiri terletak di Miyun Park, Beijing. Pabrik itu disebut-sebut telah menganggur atau berhenti produksi selama lebih dari setahun. jika proses akuisisi lancar, pada bulan ini pabrik tersebut bisa menjadi milik Xiaomi EV Inc.

Manufaktur memiliki banyak fasilitas, mulai dari stamping, bodywork, pengecatan hingga perakitan akhir, serta inspeksi, logistik dan teknologi informasi. Fasilitas tersebut memiliki kemampuan untuk menghasilkan kendaraan konvensional maupun kendaraan listrik.

Diberitakan sebelumnya, Xiaomi EV Inc telah melakukan perekrutan karyawan melalui Weibo. Dalam waktu kurang dari sebulan, Xiaomi telah menerima lebih dari 20.000 pendaftar. Perusahaan baru itu disebut-sebut telah membentuk tim dengan 300 karyawan.

Tentunya bukan perkara yang mudah bagi Xiaomi untuk membuat perusahaan otomotif sendiri. Merek yang didirikan oleh Lei Jun itu terlebih dahulu harus mengakusisi perusahaan teknologi mengemudi otonom Deepmotion Tech. Akuisisi ini pun sudah dilakukan pada akhir Agustus lalu.

Persoalan kembali muncul pasca pengambil alihan tersebut. Karena bagaimanapun Deepmotion Tech sama sekali belum punya road map (peta jalan) yang berfungsi sebagai panduan untuk memproduksi kendaraan listrik. Apakah EV (Electric Vehicle) itu harus diproduksi sendiri atau diproduksi secara bersama dengan mitra yang sudah piawai membuat kendaraan listrik.? Hal-hal itulah yang harus dijawab oleh Xiaomi.

(lua/din)