Merugi Rp 28,5 Triliun, Ford Cabut dari India

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 13 Sep 2021 13:07 WIB
Logo Ford
Ford resmi menutup fasilitas produksinya di India menyusul kerugian Rp 28,5 triliun. Foto: Francois Lenoir/Reuters
Jakarta -

Ford resmi menghentikan produksi mobilnya di India. Keputusan itu diambil menyusul kerugian sebesar Rp 28,5 triliun. Ford pun akan menyusun strategi baru untuk mengatur ulang model bisnisnya di India.

India menjadi negara kesekian yang menutup pabrik mobil asal Amerika Serikat, Ford. Keputusan Ford cabut dari India lantaran merugi biaya operasional lebih dari USD 2 miliar (Rp 28,5 triliun) yang dialami selama 10 tahun terakhir.

"Sebagai bagian dari rencana Ford+, kami mengambil tindakan sulit, tapi perlu untuk memberikan bisnis yang menguntungkan secara berkelanjutan dalam jangka panjang dan mengalokasikan modal kami di area yang tepat. Meski berinvestasi secara signifikan di India, Ford telah merugi lebih dari USD 2 miliar untuk biaya operasional dalam 10 tahun terakhir, dan permintaan mobil baru jauh lebih rendah dari perkiraan," kata Presiden & CEO Ford Motor Company, Jim Farley, dikutip dari Autoindustriya.

Akibat keputusan itu, sekitar 4.000 karyawan diperkirakan akan terkena dampak restrukturisasi. Ford akan bekerja sama dengan karyawan, serikat pekerja, pemasok, dealer, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya di Chennai dan Sanand untuk memberi kompensasi yang adil kepada para karyawan terdampak.

Meski menghentikan produksi kendaraan di India, Ford menjamin ketersediaan suku cadang untuk mobil yang diproduksi secara lokal, serta model impor. Ford akan mempertahankan toko suku cadang di Delhi, Chennai, Mumbai, Sanand, dan Kolkata.

Ford India juga akan mempertahankan jaringan pemasok suku cadang, yang lebih kecil untuk mendukung manufaktur mesin untuk ekspor dan juga akan bekerja sama dengan pemasok lain untuk memastikan kelancaran operasional manufaktur kendaraan.

Lebih lanjut, Ford mengatakan akan mendorong pengembangan Ford Business Solutions yang berbasis di Chennai secara signifikan. Selain itu, perusahaan juga berencana untuk membawa lebih banyak kendaraan global Ford dan SUV listrik ke India.

"Kami berterima kasih kepada tim kami yang berdedikasi di India yang telah melakukan banyak tindakan dalam beberapa tahun terakhir dalam upaya memposisikan perusahaan untuk profitabilitas dan pertumbuhan. Kemampuan kami untuk memfokuskan kembali kehadiran kami di India adalah hasil dari pengembangan keahlian kami dalam rekayasa berbiaya rendah, kualitas manufaktur mesin global, dan layanan bisnis," kata Transformation Officer for Ford di Amerika Selatan dan India, Steven Armstrong,

Setelah penutupan pabrik, Ford India hanya akan mengimpor dan menjual beberapa kendaraan dari pasar global. Penjualan mobil Ford buatan India seperti Figo, EcoSport, dan Endeavour akan dihentikan.

(lua/lth)