VinFast Mau Masuk Indonesia, Pengamat: Bukan untuk Lawan Toyota dkk

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 31 Agu 2021 17:41 WIB
VinFast e34
Kehadiran VinFast di Indonesia bukan untuk lawan Toyota dkk. Foto: VinFast
Jakarta -

Mobil nasional Vietnam, VinFast, tampaknya bakal segera terjun ke pasar otomotif Indonesia. Sinyal kehadiran VinFast di Tanah Air terungkap dalam sebuah dokumen yang terdaftar dalam Pangkalan Data Kekayaan Intelektual Kemenkumham Republik Indonesia.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI, tercantum dua model mobil yang didaftarkan yakni sedan, dan Sport Utility Vehicles (SUV). Apakah kehadiran VinFast akan mengganggu para pemain lama di industri otomotif Indonesia?

Menurut akademisi dan pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu, jika VinFast benar-benar jadi menjual produk mobil di Indonesia, mereka tidak akan berhadapan langsung (head to head) dengan pabrikan Jepang seperti Toyota dan kawan-kawan.

"Strategi mereka (VinFast) masuk ke pasar Indonesia bukanlah untuk bersaing head to head dengan kendaraan motor bakar yang pabrik perakitannya begitu banyak di Indonesia serta didominasi industri Jepang. Mereka bersiap-siap untuk menghantam pasar lokal kita dengan kendaraan listriknya," kata Yannes, kepada detikOto, Selasa (31/8/2021).

Lanjut Yannes menjelaskan, VinFast adalah salah satu produsen terkemuka Vietnam yang fokus investasinya pada kendaraan listrik, mulai dari sepeda motor (e-scooter), mobil penumpang, hingga bus. Vinfast juga sudah menjalin kemitraan dengan Kreisel Electronic untuk membuat baterai untuk mobil listrik dan bus.

"Perlu diketahui bahwa Vietnam juga memiliki tambang nikel, kobalt, dan mineral lainnya yang diperlukan untuk membangun baterai, sebuah komponen utama dalam kendaraan listrik. Artinya, mereka sudah menyiapkan seluruh ekosistem industri mulai dari hulu hingga ke hilir dengan strategi menggunakan teknologi tercanggih yang ada dan reliable. Saat ini, beberapa perusahaan Vietnam berinvestasi untuk membuat mobil listrik dalam skala besar, mereka juga mengembangkan stasiun pengisian dan juga pabrik untuk membuat baterai," sambung Yannes.

"Lalu, sebagai catatan, VinFast sebagai anak perusahaan Vingroup--konglomerasi terbesar Vietnam--jelas tidak terhambat oleh keterbatasan dana jangka menengah, serta bottleneck warisan teknologi seperti yang dialami oleh seluruh industri otomotif Jepang di pasar Indonesia, sehingga dipastikan mereka akan jauh lebih lincah dan fleksibel untuk mengikuti perkembangan tren teknologi kendaraan listrik dunia," jelasnya lagi.

Mengacu pada dokumen Data Kekayaan Intelektual Kemenkumham Republik Indonesia, ada tiga mobil VinFast yang patennya ditawarkan. Pertama mobil SUV, jika dilihat dari lekukan bodinya mobil tersebut mirip dengan VinFast Lux SA 2.0, yang menggunakan basis dari BMW X5.

Kedua, ada model sedan mewah VinFast Lux A 2.0. Mobil ini diketahui menggunakan basis dari BMW 5 Series. Mobil ketiga VinFast yang didaftarkan yakni mobil listrik. Jika dilihat dari buritannya, mobil tersebut mirip dengan desain VinFast e35. Mobil listrik ini dijadwalkan akan debut pada September 2021 di Vietnam.

(lua/din)