Beda Nissan Leaf Baru dengan yang Dipamerkan Dua Tahun Lalu di Indonesia

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 18 Agu 2021 19:04 WIB
Nissan Leaf
Nissan Leaf (Ari Saputra/detikOto)
Jakarta -

Nissan Leaf bukan nama yang asing bagi telinga masyarakat Indonesia. Sebab, mobil listrik ini sudah dipamerkan sejak 2 tahun yang lalu. Tetapi baru resmi dijual di Indonesia pada Rabu, (18/8/2021).

President Director PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) Evensius Go mengatakan alasan kenapa peluncuran Nissan Leaf molor dari waktu yang direncanakan. Sejatinya Nissan Leaf sudah mejeng dalam ajang GIIAS 2019, kemudian dijadwalkan meluncur pada tahun 2020, dan akhirnya baru dijual secara resmi pada Agustus 2021.

"Kenapa mobil ini baru diluncurkan hari ini, padahal beberapa tahun yang lalu sudah dibawa Nissan Motor Indonesia. Jadi ini untuk mendukung program elektrifikasi pemerintah," ujar Evensius, dalam konferensi virtual (18/8/2021).

"Kami berpendapat bahwa ini saat yang paling tepat buat Nissan untuk menghadirkan Nissan Leaf di Indonesia," ucap Evensius.

Nissan Representative Director, Bagus Susanto menjelaskan terdapat dua perbedaan dari Nissan Leaf yang dipamerkan pada ajang GIIAS 2019 lalu. Perbedaan pertama terletak pada layar hiburan mobil Nissan Leaf, kini mengadopsi ukuran yang lebih besar.

"Pada bagian infotainment system sekarang touchscreen-nya sekarang 8 inch, lebih besar dari model sebelumnya," ujar Bagus saat konferensi pers peluncuran All New Nissan Leaf secara virtual, Rabu (18/8/2021).

Penyempurnaan lain ialah penggunaan sistem colokan listrik Nissan Leaf menyesuaikan dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia. Misalnya, pada dua SPKLU yang diresmikan yang bertempat di SPBU Jalan MT Haryono dan Lenteng Agung menggunakan colokan atau plug charger yang digunakan berstandar Eropa dan Jepang, seperti CCS2 gun (standar Eropa), Chademo (standar Jepang), serta AC Type 2 dengan daya 43 kW.

"Model sebelumnya Nissan Leaf ini mempunyai dua charging port, yang sebelah kiri untuk chademo atau DC Charging, dan sebelah kanan untuk AC Charging. Untuk tipe yang sebelumnya yang kita perkenalkan menggunakan type 1 namanya, di mana model yang sekarang menggunakan tipe 2," kata Bagus.

Dua Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) diluncurkan di Jakarta. Salah satunya berlokasi di SPBU Pertamina 31.128.02 MT Haryono, Tebet.SPKLU menggunakan tipe colokan yang berbeda-beda Foto: Herdi Alif Al Hikam

Dengan kata lain, sistem colokan pada Nissan Leaf terbaru ini mulai sejalan dengan standar sistem plug charger SPKLU yang dipakai di Indonesia.

Nissan LEAFNissan LEAF Foto: Nissan

"Keuntungannya type 2 ini yang paling umum di mana seluruh SPKLU atau AC Charging sekarang pada umumnya menggunakan tipe 2, manfaatnya apa? konsumen Nissan Leaf di mana pun sekarang berada, charger port-nya akan sesuai dengan model yang hari ini kita luncurkan," sambung dia.

Metode pengisian quick charging di SPKLU ini disebut hanya memerlukan waktu sekitar 40 sampai dengan 60 menit saja saat pengisian baterai. Selain mengandalkan SPKLU, Nissan Leaf juga dibekali dengan AC Portable Charger.

"Bagaimana bisa mengisi ulang baterai saat fasilitas publik belum banyak tersedia, secara prinsip bagaimana mengisi daya adalah sama seperti men-charge gadget kita. Di mana ada aliran listrik maka kita bisa men-charge mobil kita atau All New Nissan Leaf," ungkap Bagus.

"Standar charging dengan menggunakan kabel portable (AC Portable Charger) yang sudah menjadi standar pada kendaraan. Di sini hal yang perlu diperhatikan adalah metode ini akan menarik daya sebesar 3,3 kilowatt, atau memerlukan waktu sekitar 12 - 15 jam untuk pengisian baterainya," jelas dia.

Metode pengisian ulang lainnya, Nissan juga memberikan promosi berupa pemberian home charger beserta proses instalasinya. Sementara untuk pembelian Corporate dalam jumlah tertentu (fleet) akan dipasangkan satu unit charging station di lokasi kantornya.

Bagus menyebut saat menggunakan pengisi daya home charger akan menarik daya hingga 7.4 kw (AC), dan dapat mengisi penuh baterai dalam waktu 5 hingga 7 jam.

Bagi pembelian Nissan LEAF akan mendapatkan warranty kendaraan selama 3 tahun atau 100.000 km, warranty untuk baterai selama 8 tahun atau 160.000 km serta bebas biaya perawatan selama 5 tahun atau 70.000 km.

Nissan Leaf resmi meluncur di IndonesiaNissan Leaf resmi meluncur di Indonesia pada Rabu (18/8/2021) Foto: Nissan Motor Indonesia

Konsumen dapat menebus Nissan Leaf dengan banderol harga Rp 649 Juta untuk opsi one tone dan Rp 651 Juta untuk opsi dual tone (On The Road Jakarta).

Sementara Nissan Leaf bisa dijajal di dibeli pada 5 diler Nissan di antaranya Nissan MT. Haryono (Jakarta Timur), Nissan TB Simatupang (Jakarta Selatan) dan Nissan Puri Indah (Jakarta Barat), Nissan Roxy (Jakarta Pusat), Nissan Bekasi Barat (Bekasi). Di diler tersebut Nissan juga menyediakan fasilitas charging station yang dapat digunakan oleh konsumen The All-New Nissan LEAF.

Simak video 'Wajah Nissan Leaf, Mobil Listrik Baru Seharga Rp 600 Jutaan':

[Gambas:Video 20detik]



(riar/din)