Sebut Tesla Sebagai 'Mobil Pembunuh', Pejabat Tinggi Huawei Dicopot dari Jabatannya

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Sabtu, 31 Jul 2021 15:51 WIB
BARCELONA, SPAIN - MARCH 03:  A logo sits illuminated outside the Huawei pavilion during the second day of the Mobile World Congress 2015 at the Fira Gran Via complex on March 3, 2015 in Barcelona, Spain. The annual Mobile World Congress hosts some of the wolds largest communication companies, with many unveiling their latest phones and wearables gadgets.  (Photo by David Ramos/Getty Images)
Seorang petinggi Huawei dipecat dari jabatannya karena komentar miring yang dia lontarkan soal Tesla (Gettyimages)
Jakarta -

Seorang petinggi Huawei, melontarkan tudingan serius dengan menyebut Tesla sebagai mobil pembunuh. Dia kini harus menanggung akibatnya, dipecat dari posisinya.

Su Jing yang menjabat Kepala Pengembangan Mobil Otonom di Huawei resmi dicopot dari posisinya setelah membuat sejumlah komentar bernada kontroversial tentang Tesla. Dia belum lama ini menyebut mobil listrik milik Tesla dapat membunuh orang.

Dikutip dari Electrek, Su Jing menyampaikan komentar tersebut dalam Konferensi Pers World Artificial Intelligence (AI) pada awal bulan ini. Saat itu ia mengklaim bahwa mobil Tesla memiliki tingkat kecelakaan yang sangat tinggi.

Hal itu dia sampaikan atas dasar sejumlah insiden yang melibatkan fitur Autopilot Tesla. Beberapa kecelakaan menyebabkan sejumlah pengemudi meninggal dunia dan Su Jing mengatakan mobil Tesla dapat membunuh orang.

Berikut komentar Su Jing terhadap mobil listrik Tesla yang disebut dapat membunuh orang.

"Tesla memiliki tingkat kecelakaan yang sangat tinggi dalam beberapa tahun terakhir, dan kecelakaan itu sangat mirip dengan pembunuhan. Saya menggunakan kata 'membunuh' untuk saat ini. Mungkin terdengar serius bagi semua orang. Tapi coba pikirkan, ketika mesin memasuki kehidupan dan simbiosis manusia, mesin pasti akan menyebabkan tingkat kecelakaan. Ini sungguh tidak bagus. Pada intinya adalah 'membunuh', hanya mengatakan itu saja dan kami tentu akan berusaha mengurangi kecelakaan serendah mungkin," ujar Su Jing.

Komentar tersebut tentu saja memancing reaksi banyak orang. Pernyataan tersebut penuh kontroversi karena Su Jing tidak menyebutkan data dan fakta yang membuktikan jika mobil listrik Tesla memiliki tingkat kecelakaan yang lebih tinggi dibanding merek lain.

Memang, dalam sejumlah kecelakaan yang melibatkan mobil Tesla diakibatkan oleh kegagalan fitur Autopilot. Tragisnya lagi, beberapa pengemudi dilaporkan meninggal dunia.

Tapi bukan berarti Tesla mendapat cap sebagai mobil pembunuh manusia dan teknologi Autopilot dianggap jelek. Kecelakaan yang terjadi tidak disebabkan seluruhnya oleh fitur tersebut, namun sang pengemudi juga bertanggung jawab atas kendali yang diambil.

Menanggapi komentar kontroversi dari Su Jing, akhirnya Huawei secara resmi mencopot dia dari posisinya di perusahaan teknologi raksasa asal China tersebut.

"Su Jing secara resmi dicopot dari jabatan Direktur Departemen Produk Mobil Otonom. Su Jing akan masuk di tim cadangan untuk pelatihan dan distribusi. Dokumen resmi yang menunjuk penurunan posisi Su Jing sudah ditandatangani dan disetujui oleh Ren Zhengfei, pendiri Huawei," tulis pernyataan Huawei.

Sementara itu, Su Jing berpendapat jika komentarnya itu lebih memperingatkan kepada produsen otomotif soal teknologi self-driving yang harus lebih diperhatikan. Selain itu, jika terjadi kecelakaan setiap pabrikan mobil harus bertanggung jawab dan siap mengatasinya.

Namun sayang, nasi sudah menjadi bubur. Kini Su Jing harus rela menerima pil pahit jabatannya dicopot berkat ucapannya sendiri.



Simak Video "Elon Musk Umumkan Peluncuran Tesla Bot Tahun Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)