4 Tahun Wuling di Indonesia: Mobil China yang Sudah Terjual 60 Ribu Unit

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 20 Jul 2021 13:15 WIB
Wuling Almaz RS
Wuling Almaz RS Foto: Wuling
Jakarta -

Empat tahun yang lalu, industri otomotif Indonesia kedatangan brand mobil baru. Merek ini coba mendobrak dominasi mobil Jepang dengan menyodorkan pilihan mobil Low MPV hingga SUV berteknologi kekinian.

Ya, brand itu adalah Wuling Motors. Pabrikan asal Tiongkok yang merupakan anak perusahaan dari SAIC-GM-Wuling Automobile Company Limited (SGMW).

Di awal kemunculannya, nama Wuling Motors terdengar asing bagi masyarakat Indonesia. Tapi, perlahan nama Wuling semakin akrab di benak publik Tanah Air, pun dengan produk mobilnya terutama dari segi harga yang lebih kompetitif.

Sebelum merilis produk mobil pada 2017, Wuling Motors sudah menjejakkan langkah di Indonesia pada 2015. Di tahun itu, Wuling Motors membuat seremoni peletakan batu pertama untuk pembangunan pabrik terintegrasi di lahan seluas 60 hektar di kawasan Cikarang, Jawa Barat. Kelak, pabrik itu mampu memproduksi 120 ribu unit kendaraan per tahun dan menyerap 3000 lapangan kerja.

Setahun berselang,Wuling menunjukkan eksistensinya di ranah otomotif Tanah Air dengan ambil bagian di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016. Dalam pagelaran itu, Wuling menampilkan produk MPV Hongguang, cikal bakal Wuling Confero yang jadi produk pertama mereka di Indonesia.

Di 2017, Wuling meresmikan pabrik di Cikarang disaksikan langsung Jusuf Kalla yang saat itu menjabat wakil presiden, dan Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian kala itu.

Pabrik Mobil Wuling di CikarangPabrik Mobil Wuling di Cikarang Foto: Dok. Wuling Motors Indonesia

Selepas meresmikan pabrik, Wuling langsung melepas produk pertamanya. Ya, seperti yang sudah disinggung di atas, produk itu ialah Wuling Confero.

Karena mendapat relaksasi PPnBM, Wuling Confero kini bahkan menjadi harga mobil LMPV yang mepet-mepet dengan Low Cost Green Car (LCGC).

Di tahun yang sama dengan dirilisnya produk mobil pertama, Wuling membuka 50 dealer di seluruh Indonesia. Semua dealer ini sudah beroperasi melayani perawatan mobil-mobil Wuling. Di tahun 2017 pula, Wuling langsung merangsek sebagai 10 merek mobil terlaris di Indonesia dari sisi penjualan.

Momen lahirnya Cortez dan Almaz

Berlanjut di 2018, Wuling menambah amunisinya di segmen MPV. Setelah masuk ke segmen LMPV lewat Confero, giliran Cortez yang dihadirkan untuk bersaing di level medium MPV, melawan sejumlah kompetitor.

Masih di 2018, Wuling menyodorkan produk di kelas light commercial vehicle yaitu Wuling Formo. Mobil ini disiapkan untuk kebutuhan niaga, dengan kabin yang luas.

Wuling meluncurkan mobil Formo untuk komersial bisa untuk angkut barang atau jadi mobil taksi.Wuling Formo Foto: Luthfi Anshori

Setahun berselang, Wuling akhirnya memasarkan SUV perdananya di Indonesia, Wuling Almaz. Varian baru ini pun alternatif baru untuk para penggemar SUV, berkat fitur multimedia yang canggih, salah satu fitur unggulannya yaitu Wuling Indonesian Command untuk menjalankan multimedia lewat perintah suara.

Eksistensi SUV-nya dilanjutkan untuk seri Almaz RS di tahun ini. Pada tahun 2021, Wuling menyajikan inovasi Wuling Interconnected Smart Ecosystem (WISE) yang merupakan perpaduan dari Internet of Vehicle (IoV) dan Advanced Driving Assistance System (ADAS) pada varian Almaz RS.

"Kami selalu berkomitmen untuk berinovasi serta memberikan kontribusi positif bagi Indonesia terutama di masa pandemi yang sedang dihadapi bersama. Mari saling mendukung dan bergandeng tangan untuk bangkit bersama menuju kehidupan yang lebih baik. Wuling terus berinovasi bersama Indonesia," ujar Assistant of President Wuling Motors, Han Dehong.

Kiprah Wuling di tengah gempuran mobil Jepang

Pada 2017, di tahun pertamanya Wuling mampu membukukan angka retail sales (dealer ke konsumen) sebanyak 3.268 unit. Sementara itu mulai terjadi peningkatan pada 2020 lalu, Wuling bertengger di posisi 9 sebagai merek terlaris di Indonesia dengan catatan penjualan sebanyak 9.532 unit, berada di atas Nissan dengan angka 7.408 unit.

Penjualan mobil China memang belum sebanyak 'raksasa' otomotif Jepang seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi dan Suzuki. Tapi, kenaikan angka penjualan dan pangsa pasar merek China itu seakan membuktikan keduanya mencoba mendobrak dominasi merek Jepang.

Empat tahun berkiprah, Wuling sudah mendapatkan capaian penjualan yang telah menembus angka 60.000 unit.

Tugas berat Wuling adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap mobil China. Seperti diketahui pernah ada Chery dan Geely sudah lebih dulu meramaikan pasar otomotif Tanah Air. Dari sisi produk, Bebin menilai mobil China saat ini tak kalah dengan mobil Jepang.

"Saat ini saya lihat mereka (mobil China, Red) kan produknya sudah bagus ya, harganya masih bersaing, network-nya juga sudah luas. Paling yang saya bisa sampaikan ya peningkatan pelayanan. Kalau melayani konsumen sudah bisa sekelas dengan produk-produk Jepang, kenapa tidak? Buktinya sudah masuk arena (10 merek mobil terlaris) kok. Kan angka (penjualan) Gaikindo kan yang berbicara," ujar Pengamat Otomotif, Bebin Djuana saat dihubungi detikcom.

"Pelayanan (yang harus diperbaiki), kalau kita jabarkan pelayanan bukan hanya pelayanan showroom. Pelayanan di aftersales itu sangat berperan kepada rasa setia konsumen terhadap brand itu. Kalau urusan sparepart, bengkel itu nyeselin, nggak balik lah konsumen. Kalau pelayanannya sudah setara seperti kendaraan jepang, itu akan lebih baik. Tapi saya pikir mestinya mereka sadar lah akan hal itu," katanya.



Simak Video "Murah Meriah! Ini SUV Baru Wuling Asta 'Cuma' Rp 153 Jutaan"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lua)