Bengkel Mobil Buka di Tengah PPKM Darurat, Buat Dukung Ambulans dan Kendaraan Logistik

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 15 Jul 2021 19:39 WIB
Bengkel mobil umum
Bengkel mobil tetap buka untuk dukung servis ambulans dan mobil logistik. Foto: Niken Purnamasari
Jakarta -

PPKM darurat memaksa sektor non-esensial dan non-kritikal harus menerapkan work from home 100%. Tapi, beberapa bengkel mobil diizinkan buka untuk mendukung pelayanan servis kendaraan yang boleh beroperasi selama PPKM darurat.

Untuk sektor esensial memang dibolehkan beroperasi dengan 50% work from office (WFO). Tapi, bengkel mobil seperti bengkel Daihatsu hanya menerapkan WFO dengan jumlah pekerja lebih sedikit demi mengedepankan protokol kesehatan.

"Tujuan kami membuka bengkel lebih kepada pertanggungjawaban sosial, bukan semata-mata profit. Berdasarkan peraturan, bengkel yang buka kalau dia bisa melayani kebutuhan esensial dan kritikal. Misalnya kebutuhan transportasi, kesehatan, distribusi, logistik. Kalau brand itu punya dan menjual kendaraan niaga maka dia punya unit-unit yang digunakan untuk logistik, transportasi dan sebagainya. Itu untuk mendukung yang sifatnya esensial. Bayangkan ambulans yang sekarang selalu digunakan, mereka kan harus ada bengkelya," kata Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso, dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (15/7/2021).

Menurut Hendrayadi, beberapa mobil Daihatsu memang dijadikan mobil yang boleh beroperasi saat PPKM Darurat. Misalnya, Daihatsu Gran Max atau Luxio yang dijadikan ambulans, atau Gran Max yang dijadikan mobil logistik.

"Daihatsu punya Gran Max atau Luxio yang disiapkan jadi ambulans, atau dijadikan keperluan logistik makanan dan sebagainya, maka kami diizinkan bengkelnya tetap beroperasi," ucapnya.

Meski boleh menerapkan WFO 50%, Hendrayadi menekankan hanya 10% karyawan bengkel Daihatsu yang akan melayani. Hal ini untuk menerapkan protokol kesehatan.

"Demi menjaga kenyamanan dan keamanan maka bengkel kita kapasitasnya 10% saja. Di bengkel, orang itu nggak terlalu banyak. Untuk operate 1 bengkel minimal 4 orang, 1 kasir, 1 service advisor, 1 partman yang mengeluarkan part, 1 lagi mekanik. Kalau 1 outlet 10%, Sehingga di bengkel itu yang kerja mungkin 4 orang, service advisor merangkap partman, dan kasir," jelas Hendrayadi.

Karena pekerja di bengkel terbatas saat PPKM darurat, Daihatsu memprioritaskan servis mobil di sektor esensial dan kritikal seperti ambulans dan logistik.

"Prioritas utama kami adalah kendaraan-kendaraan yang sifatnya mendukung kebutuhan esensial dan kritikal. Tapi kalau ada slot pasti kami bisa layani (servis mobil konsumen lainnya). Karena kapasitas kami hanya 10%," ujar Hendrayadi.

Untuk mobil yang ingin diservis di bengkel, Daihatsu menyarankan agar pelanggan melakukan booking terlebih dahulu. Soalnya, karena jumlah pekerjanya terbatas, maka unit yang bisa dilayani pun terbatas.

"Kita juga memaksimalkan Daihatsu Mobile Service (DMS). Karena customer mobilitasnya dibatasi, bisa meminta layanan DMS ini. Kita menambah armada kita. Jumlah DMS sudah ada 138 unit. Silakan konsumen-konsumen bisa memanfaatkan DMS supaya bisa lebih nyaman," sebutnya.



Simak Video "Catat! Ini Kapasitas Maksimal Mobil Pribadi Selama Masa PPKM Darurat"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)