Turun Kelas Gegara Pandemi Panjang: Dulu Bawa Alphard Kini Innova, dari Innova Jadi Avanza

Tim detikcom - detikOto
Rabu, 14 Jul 2021 17:09 WIB
Dealer mobil bekas Tony Mobil yang terletak di Gading Auto Centre, Jakarta
Dealer mobil bekas Foto: Instagram @tonymobil.kelapagading
Jakarta -

Pedagang mobil bekas baru-baru ini mengungkap pandemi membuat pola belanja berubah. Banyak pemilik mobil membutuhkan dana segar lewat opsi menjual mobil dan menggantinya dengan harga yang lebih murah.

Sebelumnya muncul fenomena orang kaya menjual aset seperti rumah mewah di kawasan elit seperti Pondok Indah sampai Menteng. Hunian elit itu dijual dengan alasan BU alias butuh uang. Seturut kemudian, dahsyatnya pandemi berkepanjangan juga mulai terlihat di penjualan mobil bekas.

Tony pemilik dealer mobil bekas di Kelapa Gading, Jakarta Utara mengatakan kebanyakan konsumennya saat ini menukar mobil dengan harga yang lebih murah. Tujuannya agar mendapat uang, namun tidak kehilangan sarana transportasi.

"Sekarang ada pengecilan (penurunan kelas mobil, Red), ditukar sama mobil yang lebih murah. Supaya dia (konsumen) ada duit cash, yang penting ada mobil," kata Tony kepada detikcom, Selasa (14/7/2021).

Dia mengatakan tak sedikit konsumen yang menjual mobilnya karena sedang BU. Namun penurunan kelas mobil juga tidak jauh dari level sebelumnya.

"Nggak jauh (penurunan kelas mobil) dari Alphard paling ke Innova, ada banyak. (model lain) paling Innova ke Avanza, turunnya satu tingkat, yang penting dapat cash dulu," jelas pemilik dealer yang juga bernama Tony Mobil ini.

Lanjut Tony, selama PPKM ini penjualan mobil juga ikut terjerembab. Menurutnya di tengah situasi yang belum menentu, banyak calon konsumennya yang juga masih wait and see.

"Sejak PPKM ini juga orang jadi takut keluar juga sih. Jadi mau beli pun jadinya ditunda," kata Tony.

"2 bulan sebelum PPKM ada peningkatan, setelah PPKM 70 persen penjualan (turun), orang showroom tutup semua," ucap dia.

Pedagang mobil bekas lain, Yopi dari Paskah Mobil, Serpong, Tangerang juga merasakan efek PPKM. Di sisi lain, penjualan mobil bekas di kelas entry level seperti mobil low cost green car (LCGC) juga sulit terjual di masa sekarang ini.

"Pertama-pertama doang perihnya seperti ini, ke depannya nanti kalau sudah turun (angka COVID-19), pasti akan dilonggarkan lagi sama pemerintah," kata Yopi.

"Cenderung stabil (penjualan mobil mewah), satu dua unit bisa sebulan (terjual). (Penjualan mobil, Red) bagusan sebelum PPKM," ungkap Yopi.

"Justru mobil yang kelas menengah ke bawah yang kurang laku," sambung dia.



Simak Video "Sstt! Bukan Hanya Avanza, Toyota Juga Bakal Hadirkan Innova Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)