5 Kerugian Pikap Dipaksa Angkut Barang Berlebihan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 29 Jun 2021 08:21 WIB
Sebuah kendaraan melintas dengan angkutan barang yang melebihi kapasitas di salah satu ruas jalan, di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (27/3/2021). Selain membahayakan pegendara itu sendiri, aksi tersebut juga bisa mengakibatkan bahaya bagi pengguna jalan lainnya.. ANTARAFOTO/Basri Marzuki/hp.
Mobil pikap dipaksa mengangkut barang berlebih. Foto: ANTARAFOTO/BASRI MARZUKI
Jakarta -

Kendaraan melebihi muatan atau dikenal sebagai kendaraan over dimension over load (ODOL) masih berkeliaran di jalanan Indonesia. Tak cuma truk, bahkan mobil pikap pun sering dipaksa untuk mengangkut barang berlebihan.

Di jalan, kerap kali terlihat mobil pikap mengangkut barang melebihi kapasitasnya. Tak jarang barang yang diangkutnya itu lebih besar daripada mobil pikap itu sendiri. Malah, mobil pikap melebihi muatan itu kerap menimbulkan kecelakaan, seperti terguling.

Menurut Hariadi, Asst. To Service Dept. Head PT Suzuki Indomobil Sales, penggunaan mobil pikap sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi dari pabrikan. Kalau mobil pikap dipaksa mengangkut barang berlebihan, setidaknya ada lima dampak buruk yang ditimbulkan. Apa saja?

1. Bikin Kehilangan Keseimbangan

Muatan yang melebihi kapasitas dapat menghilangkan keseimbangan mobil. Mobil juga jadi sulit untuk diajak bermanuver, hingga berisiko besar menyebabkan kecelakaan.

2. Mesin Dipaksa Kerja Lebih Keras

Saat membawa muatan berlebih, mesin dipaksa untuk bekerja lebih keras. Jika dilakukan terus-menerus, dalam jangka panjang hal tersebut berpotensi mengurangi performa mesin dan kendaraan secara keseluruhan.

3. Boros Bahan Bakar

Muatan berlebihan yang memaksa mesin bekerja lebih keras membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih boros. Bahan bakar yang lebih boros pada akhirnya membuat biaya bahan bakar membengkak.

4. Suspensi Tidak Maksimal

Suspensi menjadi tumpuan dalam kendaraan. Jika beban terlalu berat atau berlebihan, maka akan berpotensi mengurangi kinerja suspensi sehingga mobil jadi kurang optimal digunakan. Selain itu, kinerja suspensi juga mempengaruhi kemampuan rem dalam menghentikan laju kendaraan.

5. Ban Semakin Tipis

Memaksakan muatan secara berlebihan juga berisiko besar pada ban, karena membuat bagian ban yang bersinggungan langsung dengan permukaan jalan bekerja lebih berat dan aus. Selain itu, hal ini juga memperbesar risiko pecah ban seiring adanya peningkatan suhu pada ban karena kelebihan muatan.



Simak Video "Kemenhub Bakal Potong Truk 'Obesitas' demi Keselamatan!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)