Masih Banyak Kecelakaan Truk dan Bus karena Sopir yang Tak Siap

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Minggu, 20 Jun 2021 12:34 WIB
Truk bermuatan pasir tiba-tiba mundur dan menghantam mobil dan motor di Jalab Alternatif Nagrak, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Kecelakaan truk. Foto: Syahdan Alamsyah
Jakarta -

Saat ini masih sering dijumpai sejumlah sopir khususnya kendaraan berat yang melanggar aturan, bahkan tak jarang mengendarai sambil ugal-ugalan dan membahayakan nyawa. Hal ini perlu perhatian khusus terutama dalam pendidikan dan pelatihan sopir, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

Pengecekan kondisi kendaraan sebelum memulai perjalanan adalah hal wajib untuk dilakukan. Namun jangan sampai kesiapan awak dan sopir lengah dan tidak dicek, faktor ini yang sering menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Menurut Ahmad Wildan selaku Senior Investigator KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), kecelakaan yang sering menimpa sejumlah truk bermuatan besar atau bus AKAP sering terjadi lantaran pengemudi yang belum memiliki kesiapan. Seperti contoh, kondisi badan yang tidak fit dan kurang tidur selama berkendara tentu meningkatkan risiko kecelakaan.

"Setiap perusahaan harus memastikan setiap pengemudinya tetap fit, tapi hal ini dilakukan tidak? Jangan sampai sopir kurang tidur, apalagi dipaksa melek selama 24 jam non stop, ini kan berbahaya," kata Ahmad Wildan dalam sesi seminar online Isuzu Peduli Keselamatan belum lama ini.

Wildan menambahkan, setiap perusahaan baik bus maupun truk wajib memberikan edukasi dan pelatihan kepada setiap sopir. Dirinya menyebut tak jarang sejumlah sopir kebingungan dengan kendaraan operasional yang digunakan sehari-hari, karena merupakan keluaran terbaru dan memiliki teknologi lebih canggih.

"Apakah tiap perusahaan menguasai dan mengerti teknologi yang ada pada kendaraan saat dibeli? Terkadang banyak perusahaan main asal beli aja, tapi kurang paham dengan sejumlah fitur yang ada di kendaraan tersebut," ujarnya.

"Sekarang yang perlu diajarkan oleh sejumlah perusahaan kendaraan besar yaitu pengenalan produk kepada sopir, selain itu bagaimana mengenali sejumlah sistem yang ada di dashboard dan teknologi lainnya," sambungnya.

Dia juga mengingatkan kepada pengemudi truk untuk menghindari membawa muatan berlebih atau ODOL (Over Dimension dan Over Loading). Membawa beban berlebih adalah salah satu penyebab seringnya kecelakaan truk di jalan. Selain itu, pastikan barang yang dibawa terkunci rapat agar tidak mudah lepas.

"Jangan sampai barang bawaan tidak dikunci atau longgar, karena bisa berlarian ke mana-mana dan tentu membahayakan pengendara di sekitar," terang Wildan dalam seminar.

Dengan meningkatkan kualitas pelatihan dan edukasi pada setiap sopir truk ataupun bus, hal ini akan mengurangi risiko kecelakaan. Sehingga setiap sopir paham dan mengetahui fitur teknologi kendaraan yang digunakan sehari-hari.



Simak Video "Kecelakaan Antar-Truk di Tol Cipularang, 1 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)