Duh! Kecelakaan Meningkat Gegara Kota Ini Legalisasi Ganja

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Sabtu, 19 Jun 2021 18:41 WIB
A crumbled car is towed as emergency crews work to clear the pile-up on Interstate 35 in Fort Worth, Texas on Thursday, Feb. 11, 2021. A massive crash involving more than 130 vehicles on the icy Texas interstate left at least six people dead and dozens injured amid a winter storm that dropped freezing rain, sleet and snow on parts of the U.S. (Juan Figueroa/The Dallas Morning News via AP)
Kecelakaan lalu lintas meningkat pada kota-kota yang melegalkan ganja di Amerika Serikat (AP/Juan Figueroa)
Jakarta -

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan jika penggunaan ganja ternyata meningkatkan risiko kecelakaan jalan raya. Namun sejumlah kota ini telah terlanjur melegalkan ganja sehingga tingkat kecelakaan melonjak naik.

Dikutip dari Carscoops, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institut Asuransi Keselamatan Jalan Raya atau IIHS mencatat insiden kecelakaan meningkat di beberapa negara bagian di Amerika Serikat. Negara bagian tersebut telah melegalkan ganja, yang bisa digunakan secara umum sejak beberapa bulan terakhir.

Sejumlah negara bagian itu meliputi California, Colorado, Nevada, Oregon, dan Washington. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa tingkat kecelakaan dan cedera fatal di lima negara bagian tersebut melonjak naik.

Data yang dihimpun menunjukkan adanya peningkatan sebesar 6% dalam tingkat kecelakaan ringan, dan kenaikan 4% insiden kecelakaan sangat fatal. Hal ini justru berbanding terbalik dengan sejumlah negara bagian di AS yang melarang penggunaan ganja, di mana tingkat kecelakaan tidak mengalami kenaikan.

Pihak IIHS mengumpulkan data ini dari pengendara yang terluka dan dirawat di sejumlah Rumah Sakit di Denver, Portland dan Sacramento. Ditemukan fakta juga bahwa kecelakaan yang terjadi jika pengendara menggunakan ganja tidak sebesar jika si pengendara menggabungkan antara ganja dengan konsumsi alkohol..

Tetapi yang membuat khawatir pihak IIHS adalah dengan keluarnya hasil penelitian ini, banyak masyarakat di AS yang kemudian sengaja mengkonsumsi minuman beralkohol dan menggunakan ganja secara bersamaan.

IIHS juga mencatat sejumlah negara bagian di AS menggunakan legalisasi ganja sebagai daya tarik wisatawan. Hal ini dikhawatirkan banyak pengemudi baik warga lokal maupun turis asing mengendarai mobil sambil menghisap ganja, tentu ini akan meningkatkan risiko kecelakaan.

Presiden IIHS, David Harkey mengatakan adanya legalisasi ganja di sejumlah negara bagian AS perlu ditangani secara serius. Dia khawatir risiko kecelakaan terus meningkat dan menimbulkan korban jiwa.

"Penelitian terbaru kami menunjukan bahwa adanya pelegalan ganja untuk tujuan rekreasi memang meningkatkan risiko kecelakaan. Hal ini jelas perlu ditangani oleh pemerintah dan pembuat kebijakan, karena keselamatan pengendara harus diutamakan dan jangan sampai lebih banyak negara bagian lainnya ikut melegalkan ganja," kata David Harkey.

IIHS memberikan sejumlah dampak dari penggunaan obat-obatan terlarang sambil berkendara. Efek yang dihasilkan seperti tidak bisa konsentrasi, hilang fokus, sulit menjaga mobil di jalur yang sama hingga berkendara lebih lambat. Untuk itu, jangan sesekali mengendarai mobil sambil mengkonsumsi narkoba ataupun terpengaruh alkohol ya detikers.



Simak Video "Ringseknya Mobil Rombongan Santri usai Ditabrak Truk di Kediri"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)