Diasapi Terus, Motor Honda Masih Ada Peluang Menang MotoGP Musim Ini?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 04 Jun 2021 17:38 WIB
Repsol Honda Teams Spanish rider Marc Marquez rides during the warm up session for the Italian Moto GP Grand Prix at the Mugello race track in Scarperia e San Piero on May 30, 2021. (Photo by Tiziana FABI / AFP)
Marc Marquez. Foto: AFP/TIZIANA FABI
Jakarta -

Motor Honda dianggap menjadi motor yang sulit dikendarai di ajang MotoGP. Bahkan, setelah pulih dari cederanya, Marc Marquez yang biasanya jadi langganan juara MotoGP belum pernah merasakan kemenangan lagi sejak Valencia 2019. Masihkah motor Honda potensial di MotoGP?

Marquez masih meyakini Honda RC213V tahun ini kurang lebih sama dengan motor Repsol Honda yang potensial sebelumnya. Pebalap berusia 28 tahun itu melihat tanda-tanda bahwa paket Honda saat ini bisa menjadi motor pemenang.

"Tentu saja, Honda dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi motor yang sulit tetapi motor pemenang. Dan saya pikir sekarang berada di level yang kurang lebih sama. Ini motor yang sulit, kami memiliki beberapa titik lemah tetapi potensi saya percaya ada," kata Marquez seperti dikutip Crash.

"Fakta bahwa tahun lalu saya tidak ikut balapan dan bahkan Cal (Crutchlow) berada di trek tapi tidak pada level yang sangat bagus--jadi mungkin kami kalah di sana satu tahun untuk melanjutkan pengembangan dan mempertahankan level yang sama dengan lawan kami."

Menurut Marquez, Honda bekerja sangat keras untuk mencoba meningkatkan performa motornya. Kata dia, Honda mencoba memberikan pebalapnya motor yang bagus, motor yang lebih baik, dan motor yang lebih mudah digunakan.

"Sejak saya kembali (setelah pulih dari cedera), itu sulit, dan sulit untuk memahami apa yang terjadi di trek dan di motor. Maksud saya, saya mulai sedikit dengan pengaturan atau dengan item baru yang dibuat Honda dan semua pebalap tahun lalu," tambah Marquez.

"Tetapi kemudian saya mengendarai motor dan saya tidak mengerti apa-apa. Saya kembali ke motor standar saya, motor yang saya balapan pada tahun 2020 di Jerez. Itu lebih baik, tetapi saya masih tidak mengerti."

Karenanya, Marquez menganggap dirinya butuh waktu untuk beradaptasi dan banyak mengubah setingan motornya.

"Itu adalah sesuatu yang biasanya tidak Anda rasakan di masa lalu selama akhir pekan. Anda dapat berkendara dengan cara yang sama dari FP1 ke balapan, dan sekarang selama akhir pekan saya merasa saya berkendara dengan cara yang berbeda dari hari ke hari," ungkap Marquez.



Simak Video "Bukan Pertamax atau Premium, Ini Bensin yang Dipakai Motor MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)