Jual Mobil Sekarang Bakal Beda Harga, Ini Alasannya

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 07 Mei 2021 07:08 WIB
Diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mobil baru mulai berlaku Maret 2021. Di sisi lain, diskon itu memberi dampak bagi penjualan mobil bekas.
Ilustrasi mobil bekas Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) turut berdampak pada industri mobil bekas. Harga menjadi satu hal yang berpengaruh. pemilik kendaraan yang menjual mobil saat ini harganya bakal berbeda ketimbang waktu normal sebelum diterbitkannya relaksasi PPnBM.

Hal ini diungkapkan oleh Chief Operating Officer Mobil88 Sutadi. Dia mengatakan bahwa preferensi masyarakat dalam memilih mobil bekas tak akan hilang. Selain mempengaruhi harga, relaksasi pajak juga turut merecoki keputusan konsumen dalam membeli mobil saat ini.

"Beberapa konsumen yang ingin mobil baru, mau tidak mau dia harus menjual mobilnya, mobil yang dijual tidak bisa ekspektasi dengan harga normal pasti juga diturunkan. Semuanya berefek dominonya, misalnya mobil baru turun, mobil bekasnya nggak mau turun, rasanya tidak mungkin," ujar Sutadi dalam acara ngabuburit virtual, Kamis (6/5/2021).

Namun Sutadi mengakui dampak positif dari PPnBM ini juga turut mendorong masyarakat menjual mobilnya. Di sisi lain pemerintah juga membantu lewat aturan pembiayaan berupa DP dan bunga rendah.

"Secara tren, karena ini mobil bekas sama dengan turunan mobil baru, ini tentunya berdampak buat kita. Secara normal market ini belum kembali, tren 2021 masih lebih baik dibandingkan 2020 kemarin," kata Sutadi.

Sementara untuk modelnya, diakui Sutadi bahwa jenis SUV dan kategori menengah ke atas tidak terlalu terdampak terhadap penurunan penjualan.

"Memang agak menarik market di Indonesia, mobil kelas middle up cenderung tidak turun. Malah yang turun yang ada di kelas Low, yaitu di segmen Avanza ke bawah," ungkap dia.

Pemerintah telah menggelontorkan insentif subsidi PPnBM dalam beberapa tahap yang menekan harga mobil baru. Kebijakan tersebut dinilai efektif, karena mampu meningkatkan penjualan mobil. Berdasarkan data Gaikindo, pada bulan Maret 2021 setelah diberlakukan diskon PPnBM, penjualan wholesale mobil naik 72,6% dibandingkan Februari 2021. Bagaimana mobil bekas?

"Penjualan Februari to Maret ada kenaikan 26 persen," ungkapnya.



Simak Video "PPnBM 0% Lanjut, Tapi Stok Mobil Malah Nyangkut"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)