Rada Unik, Mudik Dilarang tapi Penjualan Mobil Bekas Malah Naik

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 06 Mei 2021 20:37 WIB
mobil88
Ilustrasi penjualan mobil bekas Foto: mobil88
Jakarta -

Industri otomotif menjadi salah satu sektor yang merasakan dampak besar dari pandemi Covid-19. Kini ditambah pelarangan mudik saat lebaran yang biasanya jadi momen penjualan otomotif. Bagaimana situasi bisnis mobil bekas?

Menurut Chief Operating Officer Mobil88 Sutadi mengatakan sejak diberlakukan 1 Maret 2021, relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil baru turut berdampak pada mobil bekas.

"Secara tren, karena ini mobil bekas sama dengan turunan mobil baru, ini tentunya berdampak buat kita. Secara normal market ini belum kembali, tren 2021 masih lebih baik dibandingkan 2020 kemarin," kata Sutadi dalam acara ngabuburit virtual, Kamis (6/5/2021).

Dia menambahkan rasio ketersediaan mobil bekas di showroomnya itu tidak mengalami masalah. Menurutnya pelarangan mudik juga tidak berdampak pada penjualan, sebab pola konsumtif masyarakat terdorong berkat adanya skema diskon atau subsidi.

"Dengan relaksasi PPnBM ini membuat orang tadinya nggak beli, jadi beli. Tapi karena ada sebuah relaksasi atau diskon membuat orang tingkat konsumtifnya itu naik, sampai dengan hari ini teman-teman dealer mobil bar belum ada pembatalan SPK karena tidak jadi pulang kampung. Mobil baru tidak ada pembatalan SPK, pembatalan karena barangnya kelamaan. Konsumtif market itu lebih senang karena diskon atau subsidi yang menarik. Setiap kali lebaran pasti naik, tapi tahun ini rada unik, orang nggak pada pulang, penjualan pada naik," kata dia.

"Bisnis otomotif bergairah, sudah antri 2 sampai 3 bulan, terutama di segmen 1.500 sampai dengan segmen 2.500. Apalagi pemerintah juga mendukung dari finansial, berupa DP ringan dan bunga rendah. Bisnis mobil bekas turunan dari mobil baru di mana setiap kali orang menukar mobil baru, tentunya mobil bekas harus dilepaskan. Ini akan berdampak positif pada bisnis kita," ujar mantan Branch Manager Auto2000 Medan periode 2014-2020 itu.

Pemerintah telah menggelontorkan insentif subsidi PPnBM dalam beberapa tahap yang menekan harga mobil baru. Kebijakan tersebut dinilai efektif, karena mampu meningkatkan penjualan mobil. Berdasarkan data Gaikindo, pada bulan Maret 2021 setelah diberlakukan diskon PPnBM, penjualan wholesale mobil naik 72,6% dibandingkan Februari 2021. Bagaimana mobil bekas?

"Penjualan Februari to Maret ada kenaikan 26 persen," ungkapnya.



Simak Video "PPnBM 0% Lanjut, Tapi Stok Mobil Malah Nyangkut"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)