Toyota Bikin Mobil Listrik di Indonesia, Berapa Persen Kandungan Lokalnya?

M Luthfi Andika - detikOto
Minggu, 11 Apr 2021 18:15 WIB
Toyota meluncurkan proyek EV Smart Mobility di Bali. Setidaknya 30 unit kendaraan elektrifikasi Toyota bisa dinikmati wisatawan di Bali.
Foto: Dok. Toyota. Mobil listrik mungil Toyota.
Jakarta -

Toyota saat ini bisa berbangga karena memiliki lokal konten hingga mencapai 70-80 persen pada beberapa varian dengan berbekal mesin bensin atau diesel. Tapi bagaimana dengan mobil listrik Toyota yang akan diproduksi di Indonesia nanti ya? Berapa persen kandungan lokalnya?

Toyota mengatakan di saat Toyota sudah mulai memproduksi mobil listrik di Indonesia, produsen mobil asal Jepang ini menjamin akan tetap melibatkan para UKM dan perusahaan pemasok dalam negri untuk mencapai lokal konten yang tinggi di setiap unit mobil listrik mereka.

"Intinya trend balance kita selalu positif, apa yang kita ekspor lebih tinggi dibandingkan impor. Jadi kita mendukung ekonomi nasional, pada 2020 domestik mandek (tertahan), tapi ekspor kita sudah bangkit lebih dulu mencapai 70 persen, ini dibantu dengan meningkatnya pertumbuhan di negara lain. Seperti contoh di Arab PPN naik 15 persen, tetapi marketnya tumbuh. Jadi ini membantu recovery ekspor kita. Ekspor komponen kita meningkat secara tajam, 2020 mungkin agak terganggu tapi akan ada peningkatan di 2021," ujar Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam.

Soal TKDN alias tingkat komponen dalam negeri, lanjut Bob. Toyota sudah masuk dalam fase ketiga yang sudah melibatkan dari hulu ke hllir dengan melibatkan banyak perusahaan lokal.

"TKDN, bahwa sekarang kita masuk ke fase ketiga, di hulu antara lain ke alumunium, steel dan petrokimia, biji plastik sudah diproduksi di Indonesia, saya dengar pemerintah juga akan mendorong investasi di petrokimia, untuk mendukung lokalisasi di Industri otomotif. Saya rasa lokalisasi industri otomotif sudah besar. Jadi kita sudah masuk ke fase advance, industri dasar, alumunium, steel dan petro kimia," kata Bob.

Dalam pemberitaan detikOto sebelumnya, akibat Pandemi tahun lalu pada Mei 2020, beberapa pabrik yang tidak memproduksi mobil sama sekali antara lain Daihatsu, Mitsubishi Motors, Wuling, hingga BMW. Padahal, pada hari normal pabrik-pabrik itu bisa memproduksi ribuan hingga belasan ribu unit mobil per bulan.

Adapun beberapa pabrik yang masih melaporkan angka produksi antara lain Toyota 1.357 unit, Suzuki 561 unit, Hino 254 unit, Isuzu 174 unit, Mercedes-Benz (mobil penumpang) 115 unit, DFSK 94 unit, Honda 52 unit, Mercedes-Benz (kendaraan komersial) 11 unit, Hyundai 7 unit dan Mitsubishi Fuso 2 unit.

Namun pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sudah mulai beroperasi kembali sejak awal Juni 2020 dengan hasil produksi sekitar 300 unit per hari.

Begitu juga dengan pabrik Daihatsu yang mulai memproduksi mobil lagi sejak 3 Juni 2020. Begitu juga pabrik Suzuki Indomobil Motor (SIM) yang telah beroperasi kembali mulai 26 Mei 2020. Rata-rata pabrik itu beroperasi kembali untuk mengejar pesanan ekspor.



Simak Video "Menperin: Toyota Investasi Rp 28 T Untuk Produksi Mobil Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/lua)