Pabrik Tesla Sempat Setop Produksi Mobil Listrik, Kenapa?

Ridwan Arifin - detikOto
Sabtu, 27 Feb 2021 08:50 WIB
CEO Tesla Elon Musk melanggar aturan lockdown dengan membuka kembali pabrik Tesla di Fremont, California, AS. Area parkir pabrik Tesla yang penuh dengan mobil baru.
Pabrik Tesla di Fremont, California, Amerika Serikat sempat berhenti produksi Foto: AP Photo/Ben Margot
California -

Tesla Inc dikabarkan sempat menghentikan produksi pabriknya yang berlokasi di Fremont, California, Amerika Serikat. Penghentian produksi sementara sudah terjadi sejak dua hari yang lalu. Ada apa gerangan?

Sebelumnya kabar berhembus jika pabrik yang terletak di Fremont bakal berhenti sementara memproduksi Model 3 selama dua minggu.

Namun, Chief Executive Officer Tesla, Elon Musk, mengatakan pabrik Fremont sudah ditutup selama dua hari minggu ini karena "kekurangan suku cadang" dan telah dibuka kembali pada hari Rabu.

"Fremont ditutup selama dua hari (kekurangan suku cadang) & dimulai kembali kemarin," kata Musk dalam sebuah posting Twitter.

Imbasnya saham Tesla sempat turun 8% akibat kabar produksi sedan Tesla yang lebih murah, Model 3, telah ditangguhkan sementara. Pertanyaan tentang apakah mereka memiliki cukup pasokan untuk menjaga jalur perakitan tetap berjalan.

Tidak jelas berapa banyak volume atau pendapatan yang akan hilang Tesla karena penghentian produksi. Pabrik Fremont memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 500.000 unit untuk memproduksi Model 3 dan Model Y.

Beberapa produsen mobil, termasuk General Motors Co, Volkswagen AG, dan Ford Motor Co, dilanda kekurangan chip semikondukter, memaksa mereka untuk menurunkan produksi.

Tesla bulan lalu mengatakan bahwa pihaknya mungkin menghadapi dampak sementara dari kekurangan semikonduktor global dan gangguan logistik di pelabuhan.

Sejak pandemi Corona merebak secara global, produksi chip dan semikonduktor mengalami tidak sesuai dengan jalurnya yang berpengaruh besar di industri otomotif.

Namun ketika situasi perlahan membaik, pasar chip semikonduktor diserbu para produsen Smart-TV, smartphone, tablet, playstation dan berbagai gadget elektronik.

Kebijakan lockdown yang diterapkan di mana-mana, terutama di negara-negara industri, memang memicu penjualan peralatan elektronik rumahan. Bagi pemasok semikonduktor, industri mobil memang berada di urutan belakang daftar prioritas.

Kondisi makin parah, karena mobil-mobil terbaru sekarang tidak bisa lagi mengabaikan fitur-fitur interaktif terbaru, seperti layar sentuh, sistem navigasi, konektivitas dengan Bluetooth dan lain sebagainya, yang dulu tidak dibutuhkan dalam sebuah mobil. Terutama pemasok suku cadang terbesar dunia, Bosch dan Continental, harus berjuang keras mendapatkan semikonduktor.

"Ini adalah masalah industri secara keseluruhan, tidak hanya Tesla. Tapi masalah ini jadi pengingat yang sangat berguna bahwa manufaktur EV tunduk pada kemacetan rantai pasokan berkala, baik terkait dengan chip, atau baterai, atau komponen lainnya, "kata analis Raymond James Pavel Molchanov.



Simak Video "Elon Musk: Jika Tesla Dipakai Mata-matai China, Kami Akan Ditutup"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)