Ada Mitos dan Kepercayaan Adat di Balik Warga Desa Miliarder Borong 176 Mobil

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 18 Feb 2021 09:42 WIB
Warga satu desa di Tuban memborong 176 mobil baru. Kini videonya tengah viral di media sosial.
Warga satu desa borong mobil bersamaan Foto: Tangkapan Layar
Tuban -

Julukan Kampung Miliarder kini tersemat ke Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Belum lama ini viral lantaran warganya membeli mobil baru dan dikirim bersamaan.

Kepala Cabang Auto2000 Tuban, Arie Soerjono, dealer yang melayani banyak pembelian warga Desa Sumurgeneng, menceritakan ada satu hal yang unik. Pengiriman unit ke beberapa warga di Desa Sumurgeneng itu biasanya ditentukan berdasarkan kepercayaan adat dan mitos soal hari baik serta jam baik.

"Kalau dibilang pengiriman masih jalan terus, karena adat di mereka ada pilih hari baik, mereka menentukan jam, dan hari pengiriman, mereka menentukan semuanya," kata Arie saat dihubungi detikOto, Rabu (17/2/2021).

Arie mengatakan penjualan mobil di wilayah Jenu cenderung stabil berkat munculnya Kampung Miliarder. Secara total, cabangnya sudah mengirim 130 unit mobil sejak April 2020.

"Ini akumulasi dimulai dari April tahun lalu (2020), kemudian kalau Auto2000 Tuban satu-satunya dealer Toyota di Tuban, itu kita sudah jual 130 unit selama April sampai dengan sekarang," tutur Arie.

Sebagian warga percaya adat, namun beberapa di antaranya tidak. Buktinya, kebahagiaan warga diekspresikan dengan membeli mobil mewah bersama-sama. Video warga sekampung memborong mobil itu pun seketika viral dan menjadi perbincangan warganet di media sosial. Arie mengatakan baru pertama kali melakukan pengiriman mobil secara bersamaan.

"Mereka tidak sensitif dengan tanggal baik, jadi bisa dikirim berbarengan. Yang kemarin (pembelian mobil), baru terkenal sekarang, karena baru yang ini saja baru bisa dikirim bareng," kata Arie.

Kades Sumurgeneng, Gihanto membenarkan aksi tersebut. Menurutnya, warga beramai-ramai memborong mobil baru usai menerima uang ganti rugi pembebasan lahan untuk pembangunan kilang minyak, dari Pertamina dan Rosneft, perusahaan asal Rusia.

Menurutnya, rata-rata warga mendapatkan uang ganti rugi pembebasan lahan Rp 8 miliar. Lalu ada warga dengan kepemilikan lahan 4 hektare yang menerima Rp 26 miliar.

Di Desa Sumurgeneng ada 840 Kepala Keluarga (KK). Sedangkan yang lahannya dijual karena masuk penetapan lokasi (penlok) untuk kilang minyak ada 225 KK.

"Sampai sekarang sudah ada sekitar 176 mobil baru yang datang. Terakhir kemarin ada 17 mobil baru," kata Gihanto saat dihubungi detikcom, Selasa (16/2/2021).

[Gambas:Instagram]





Simak Video "#ToyotaDigitalLaunch Total Mobility Solution"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)