Mengenal 5 Mobil Kloningan China, dari KIA Sampai Tesla

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 12 Feb 2021 10:25 WIB
Xpeng G3 yang merupakan tiruan Tesla Model X
Foto: Xpeng Motors. Xpeng G3 yang merupakan tiruan Tesla Model X.
Jakarta -

Tidak dipungkiri jika China merupakan salah satu negara produsen otomotif terbesar di dunia. Negeri tirai bambu ini banyak melahirkan merek-merek mobil ternama, hingga menjadi negara basis produksi merek kondang seperti Volkswagen dan Tesla. Tapi di sisi lain, China juga banyak mengkloning atau membuat tiruan merek-merek mobil terkenal.

Mulai dari mobil city car Korea, MPV mewah dari Jepang, hingga mobil mewah Eropa dan mobil listrik asal Amerika Serikat. Berikut daftar mobil kloningan China, dikutip dari berbagai sumber.

Yogomo 330Yogomo 330 Foto: Carscoops

KIA

City car besutan KIA Motor yakni Kia Picanto menjadi obyek penjiplakan desain untuk mobil Yogomo 330. Mobil tiruan China, Yogomo 330 memiliki desain sama persis dengan KIA Picanto. Namun jika dicermati, ternyata ada perbedaan di antara keduanya.

Misalnya konstruksi pintu yang tak selaras, jarak antara fender dengan roda yang lebih besar ketimbang bagian yang sama di KIA Picanto adalah beberapa contoh perbedaan di antara mereka.

Perbedaan lainnya, Yogomo 330 adalah sebuah mobil listrik. Makanya, tak ada knalpot pada mobil ini. Beda dengan KIA Picanto yang mengusung teknologi mesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine).

Yogomo 330 mengusung motor listrik berkapasitas 7,5 kW dan baterai lithium-ion. Jika baterai terisi penuh mobil mampu menjelajah sejauh 160 km, dan mampu melaju hingga kecepatan 60 km/jam.

Joylong IFLYJoylong IFLY Foto: Joylong

Alphard

MPV mewah dari Jepang, Toyota Alphard juga jadi kena sasaran untuk dijiplak. Pabrikan asal China, Jaylong Automobile membuat imitasi Alphard yang diberi nama Joylong IFLY.

Mobil ini menggendong mesin Mitsubishi 2.4 liter, 4 silinder, yang bisa memuntahkan tenaga 147 dk dan torsi 200 nm. Mesin ini dibuat oleh pabrik mesin Sheyang-Mitsubishi di China.

Kejadian ini bukan pertama kali. Sebelumnya ada pabrikan mobil asal China yang mencoba untuk membuat versi imitasi dari Alphard bernama Yema yang menggabungkan Toyota dan Nissan NV200.

Geely Emgrand EC6-RVGeely Emgrand EC6-RV Foto: Geely

MINI

MINI adalah merek ikonik dari Inggris yang kini dimiliki BMW. Merek ini pun ditiru oleh pabrikan China. Geely Emgrand EC6-RV, bentuknya sangat mirip dengan MINI Cooper, namun dengan tambahan gaya lain sehingga mirip juga dengan Citroen DS3.

Secara dimensi, mobil ini punya panjang 3.845 mm lebih panjang 100 mm dari MINI. Wheelbase-nya pun 6 mm lebih panjang dari MINI, yakni 2.467 mm.

Sementara urusan dapur pacu, mobil ini menggunakan mesin 1.300 cc dengan turbocharger. Menggunakan transmisi dual-clutch dan manual 6 percepatan.

Jiangling Landwind X7Jiangling Landwind X7 Foto: Jiangling

Range Rover

Korban selanjutnya adalah Range Rover. Merek asal China, Jiangling Landwind membuat X7 yang desainnya sangat identik dengan Range Rover Evoque.

Landwind X7 dibekali mesin bensin milik Mitsubishi berkapasitas 2.000 cc 4 silinder, turbocharged. Mesin ini menyemburkan tenaga hingga 190 dk dan torsi 250 Nm.

Akibat kasus ini, Jaguar Land Rover selaku induk perusahaan, menuntut pabrikan mobil asal China Jiangling Motor (produsen Landwind X7). Tuntutan yang dialamatkan pada Jiangling yakni mereka telah melakukan pelanggaran hak cipta dan kompetisi yang tidak adil.

Xpeng G3 yang merupakan tiruan Tesla Model XXpeng G3. Foto: Xpeng Motors

Tesla

Tidak hanya merek Jepang, Korea, dan Eropa, produsen otomotif China juga membuat tiruan mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla. Adalah Xpeng Motor yang dengan berani membuat versi KW dari merek mobil listrik kebanggaan Elon Musk itu.

Salah satu produk mobil listrik Xpeng Motor, G3, mengadopsi desain Tesla Model X yang ikonik. Secara spesifikasi, Xpeng G3 dibekali tenaga 145 kW dan torsi 300 Nm, dengan kecepatan maksimum 170 km/jam.

Mobil listrik ini menggendong baterai lithium ion 57,5 kWh, dengan serifikasi IP68. Range jarak tempuh mobil ini mencapai 460 km saat baterai full. Soal durasi pengecasan, untuk tipe DC charging bisa mengisi dari 30% - 80 % dalam 38 menit. Sementara AC charging bisa mengisi daya dari 0%-100% dalam 4,3 jam.



Simak Video "Jangan Lupa! PPnBM Moge Turun ke 95% Harga Moge Baru Jadi Lebih Murah"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/riar)