ADVERTISEMENT

Duh, Penjualan Mobil RI Terjun Paling Dalam di ASEAN

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 10 Feb 2021 11:23 WIB
Penjualan Domestik Kendaraan Komersial Naik

Sejumlah mobil terparkir di Car Port Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/3/2018). Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan bahwa penjualan domestik kendaraan komersial sampai pada 2017, 235.307 unit terbagi di antaranya truk naik 45%, pickup naik 6 persen, dan double cabin naik 46 persen. Grandyos Zafna/detikcom
Penjualan mobil Indonesia anjlok paling dalam di ASEAN. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Penjualan mobil secara global anjlok karena pandemi COVID-19. Beberapa negara di Asia Tenggara juga mengalami hal yang sama.

Dikutip Asia Nikkei, penjualan mobil baru di enam pasar utama Asia Tenggara tahun 2020 turun 29% karena pandemi virus Corona yang membebani industri. Penurunan penjualan mulai terasa pada April 2020 ketika pandemi COVID-19 mulai mengganas.

Total penjualan mobil di Thailand, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina dan Singapura merosot menjadi hanya 2,44 juta unit. Pada bulan April saja, penghitungannya anjlok sekitar 80% karena pihak berwenang memberlakukan pembatasan untuk mengekang penyebaran virus.

Kondisi pasar otomotif mulai membaik di akhir tahun. Penjualan mobil pada Desember 2020 hanya turun 0,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menjadi sekitar sekitar 312.000 unit.

Indonesia menjadi pasar yang penjualannya merosot paling tajam di Asia Tenggara. Tahun lalu, penjualan mobil di Indonesia anjlok hampir setengahnya, atau sebesar 48%. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) sepanjang 2020 tercatat hanya 532.027 unit. Padahal, tahun 2019 penjualan mobil menyentuh angka lebih dari satu juta unit.

Sementara Thailand mengalahkan Indonesia dalam hal pasar mobil terbesar di Asia Tenggara. Penurunan penjualan mobil di Thailand hanya 21% menjadi 790 ribu unit. Namun, penjualan mobil di Thailand telah pulih baru-baru ini karena negara tersebut melonggarkan pembatasan terkait pandemi. Penjualan mobil melonjak 11% pada bulan Desember menyusul kenaikan di bulan November. Pameran otomotif besar di sana juga memberikan dorongan.

Malaysia mengalami penurunan penjualan mobil yang tidak terlalu drastis, hanya 12% menjadi 520 ribu unit. Kebijakan pemerintah terkait keringanan pajak penjualan turut membantu pemulihan penjualan mobil di Malaysia. Aturan tersebut awalnya akan berakhir pada akhir Desember tetapi telah diperpanjang hingga Juni 2021.

Vietnam lebih stabil. Negara yang dianggap telah berhasil menahan virus itu mengalami penurunan penjualan hanya 8% menjadi 290 ribu unit. Pemerintah Vietnam memotong separuh biaya registrasi untuk mobil yang diproduksi secara lokal di pertengahan tahun untuk mengangkat permintaan, dan penjualan melonjak 45% di bulan Desember karena konsumen bergegas untuk membeli sebelum aturan tersebut berakhir.

Filipina turun di bawah Vietnam dalam penjualan tahunan. Penjualan mobil di Filipina turun 41% menjadi 240.000 unit.



Simak Video "Harga BBM Tinggi dan Mau Naik, Jadi Peluang Mobil Listrik Bersinar?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT