Mobil Listrik Dinilai Cocok untuk Jalanan Macet Jakarta

M Luthfi Andika - detikOto
Senin, 08 Feb 2021 07:16 WIB
Nissan LEAF
Mobil listrik dinilai cocok untuk jalanan padat seperti di Jakarta. Foto: Nissan
Jakarta -

Memang saat ini mobil listrik masih memiliki harga yang relatif mahal. Tentu diharapkan kendaraan listrik bisa memiliki harga jual yang jauh lebih murah agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang merasakan dan memilikinya.

Terlebih mobil listrik dinilai bakal menjadi kendaraan yang tepat untuk dikendarai di dalam kota seperti Jakarta yang selalu memiliki mobilitas padat. Seperti yang disampaikan Regional Vice President Nissan ASEAN, Isao Sekiguchi, dalam webinar "Nissan Futures Electrification & Beyond, Electrifying 250 millions cars an impossible dream?"

"Mobil listrik ini juga sangat asyik untuk dikendarai tidak kalah dengan mobil konvensional seperti bensin. Mobil listrik juga sangat cocok dikendarai di kota seperti di Jakarta, layaknya di China pernah menjadi kota yang sangat macet, saat ada yang mengendarai mobil listrik ini bisa sangat menguntungkan karena sangat efisien dan ini semakin membuktikan banyak sekali keunggulan dari kendaraan listrik," ujar Isao.

Untuk itu, Isao sangat berharap pemerintah Indonesia atau negara berkembang lainnya bisa mendukung mobilitas kendaraan listrik.

"Sehingga kami berharap kebijakan pemerintah bisa sangat mendukung kendaraan listrik, begitu juga dengan infrastruktur yang terus dibangun untuk mendukung kendaraan listrik," Isao menambahkan.

Meski demikian, bukan berarti Pemerintah Indonesia tidak mendukung kehadiran mobil listrik lho detikers. Diawali dari insentif pajak, bebas ganjil-genap, bahkan diskon pengisian listrik untuk mobil listrik juga diberikan.

Seperti PLN memberikan sejumlah insentif bagi pemilik motor atau mobil listrik yang melakukan pengisian ulang baterai di rumah. Hal ini diberikan guna mendukung terwujudnya era Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, Menteri ESDM dan Menteri BUMN, PLN terus berpartisipasi aktif dalam mendukung ekosistem dan percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB)," tutur Direktur Mega Project PLN, M. Ikhsan Asaad dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, beberapa waktu yang lalu.

Paling utama, PLN memastikan ketersediaan pasokan listrik di seluruh Indonesia saat ini cukup. Hal ini tidak lepas dari pengembangan pembangkit melalui program 35 Gigawatt (GW).

Guna mendorong tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik, PLN baik secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan pihak lain telah membangun infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Hingga saat ini terdapat 32 titik SPKLU yang tersebar di 12 kota dan 22 lokasi, antara lain di kantor-kantor PLN dan beberapa lokasi pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan. Selain itu terdapat 33 titik Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) yag tersebar di 33 lokasi di 3 kota, yaitu Banten, Bandung dan Bali.

PLN juga telah meluncurkan aplikasi PLN Charge.IN pada akhir Januari 2021 lalu. Aplikasi Charge.IN adalah aplikasi charging yang pertama pada SPKLU bagi konsumen pemilik KBLBB.

Melalui aplikasi Charge.IN, pemilik KBLBB bisa mengontrol dan memonitor pengisian baterai mobil atau motor listrik di stasiun-stasiun pengisian atau SPKLU. Aplikasi PLN Charge.IN sudah tersedia di google playstore, sehingga saat ini masyarakat sudah dapat menikmati kemudahan dalam mengisi daya kendaraan listrik.



Simak Video "Dilema Mobil Listrik: Ramah Lingkungan, Tapi Jutaan Pekerjaan Hilang"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)