Jokowi Upayakan Industri Mobil Listrik Skala Besar Beroperasi di RI

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 28 Jan 2021 08:06 WIB
BMW Indonesia memperkenalkan sport car masa depan mereka BMW i8 roadster di GIIAS 2018. Mobil ini pun dibanderol 3.969.000.000 di luar pajak.
Indonesia disebut akan menjadi pemain besar dalam industri mobil listrik. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Indonesia disebut akan menjadi pemain besar dalam industri kendaraan listrik. Terlebih, Indonesia punya kekayaan alam yang bisa menjadi bahan baku baterai lithium untuk kendaraan listrik.

Dilansir CNBC Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, Indonesia masuk dalam rantai pasokan global (global supply chain) dalam ekonomi hijau atau green economy. Industri mobil listrik skala besar diupayakan untuk segera beroperasi di Indonesia.

"Industri baterai lithium yang diolah dari kekayaan alam kita sendiri, serta sekaligus industri mobil listrik skala besar kita upayakan agar segera beroperasi di negara kita, Indonesia," ujar Jokowi dalam MGN Summit 2021, Rabu (27/1/2021).

Jokowi mengatakan, industri baterai lithium atau baterai untuk kendaraan listrik di Indonesia bisa segera beroperasi. Beberapa produsen baterai global tengah didekati pemerintah Indonesia untuk mengembangkan industri baterai listrik di Indonesia, seperti produsen asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dan LG Chem Ltd asal Korea Selatan (Korsel).

"Ini akan menjadi sebuah sinyal bahwa Indonesia akan menjadi motor bagi pengembangan industri masa depan yang berpengaruh dan disegani," kata Jokowi melanjutkan.

Industri kendaraan listrik sendiri mendapat berbagai dukungan dari pemerintah. Mulai dari keringanan pajak hingga penyediaan fasilitas pengisian daya baterai disiapkan pemerintah untuk menyambut kendaraan listrik.

Potensi kendaraan listrik di Indonesia pun cukup besar. Dalam data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dijelaskan Menteri ESDM Arifin Tasrif saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu, potensi mobil listrik di tahun 2021 ini sebanyak 125 ribu unit. Sementara sepeda motor listrik tahun ini berpotensi sebanyak 1,344 juta unit.

Hingga 2030, penggunaan mobil dan motor listrik berpotensi naik. Pada tahun 2030, diperkirakan akan ada 2,2 juta mobil listrik dan 13 juta sepeda motor listrik.

"Beberapa instansi baik pemerintah pusat, daerah, BUMN maupun swasta telah berkomitmen untuk mulai menggunakan KBLBB (kendaraan bermotor listrik berbasis baterai) ini," kata Arifin.

Untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik, dibutuhkan stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU. Arifin mengatakan, pihaknya berkomitmen terus menambah SPKLU di Indonesia. Sampai 2020 saja, sudah ada sebanyak 180 unit SPKLU.



Simak Video "Ngulik Tesla Model 3 Milik Polri untuk Patroli"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)