Hasil Investigasi soal Keluhan Mobil Tesla 'Ngebut' Mendadak

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 11 Jan 2021 10:37 WIB
CEO Tesla Elon Musk melanggar aturan lockdown dengan membuka kembali pabrik Tesla di Fremont, California, AS. Area parkir pabrik Tesla yang penuh dengan mobil baru.
Ilustrasi pabrik mobil Tesla Foto: AP Photo/Ben Margot
Jakarta -

Lembaga Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA) sudah menyelidiki keluhan 127 pengguna mobil listrik Tesla dari beragam model. Keluhan itu karena munculnya masalah akselerasi yang melebihi kecepatan, di luar kehendak pengemudi.

Saat ini tercatat 127 pemilik mobil Tesla sudah mengeluhkan kepada NHTSA terkait masalah yang sama. Model-model tersebut di antaranya produksi dari tahun 2012 hingga 2019 dari model S (sedan), X (crossover), dan model 3 (sedan). Sudah terjadi 110 kecelakaan, dan menyebabkan 23 orang terluka akibat kesalahan tersebut.

Dikutip Electrek, Senin (11/1/2020) Tesla menyebut bahwa log mobil menunjukkan bahwa peristiwa itu adalah kesalahan pengguna. Pengemudi melakukan kesalahan penggunaan pedal, artinya pengemudi menekan pedal gas, bukan rem.

Sebelumnya Tesla mengeluarkan penyataan bahwa tidak ada cacat peda kendaraannya yang mengakibatkan akselerasi secara mendadak. Kemudian muncul petisi dari kelompok TSLAQ untuk menindaklanjuti masalah yang disebut sudden unintended acceleration (SUA) itu.

NHTSA Office of Defects Investigation mengeluarkan hasil penyelidikan. Senada dengan pernyataan Tesla bahwa menurut badan keselamatan tersebut disebabkan oleh kesalahan penggunaan pedal, dengan kata lain pengemudi menginjak pedal yang salah.

"Setelah meninjau data yang tersedia, ODI belum mengidentifikasi bukti yang akan mendukung pembukaan investigasi cacat ke SUA pada subjek kendaraan."

"Tidak ada bukti tentang faktor desain yang berkontribusi pada kemungkinan peningkatan kesalahan penggunaan pedal. Teori yang diberikan tentang potensi penyebab elektronik SUA pada kendaraan subjek didasarkan pada asumsi yang tidak akurat tentang desain sistem dan data log," jelas pernyataan tersebut.

Menurut laporan Reuters, ini bukan kali pertama kendaraan Tesla diselidiki. Badan keamanan AS tersebut sudah melakukan 14 investigasi pada fungsi Autopilot Tesla.

Merek lain yang dijual di AS pun pernah mengalami mobil bisa 'ngebut' sendiri tanpa kehendak pengemudi. Seperti Audi menarik 5000 unit kendaraan-nya, yang pernah menyebabkan ratusan kecelakaan pada tahun 1980-an, dan baru-baru ini Toyota harus menarik jutaan mobil di AS, Eropa, dan China dengan alasan yang sama.



Simak Video "Mantap! Beli Mobil Tesla Bisa Pakai Bitcoin"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)