DFSK Glory 580 Tak Kuat Nanjak, Sudah Diperbaiki Masih Bermasalah

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 04 Des 2020 16:42 WIB
DFSK Glory 580
DFSK Glory 580 dikeluhkan tidak kuat menanjak. Konsumen menggugat DFSK Indonesia karena masalah ini. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Konsumen DFSK menggugat PT Sokonindo Automobile (DFSK Indonesia). Masalahnya, mobil DFSK Glory 580 tidak kuat menanjak. Mobil yang dikeluhkan itu adalah DFSK Glory 580 dengan mesin 1.500 cc turbo transmisi CVT.

Melalui kuasa hukumnya David Tobing, tujuh konsumen DFSK Glory 580 Turbo CVT 2018 menggugat PT Sokonindo Automobile dan enam pihak lainnya selaku dealer dan bengkel resmi DFSK. Gugatan terdaftar secara e-court (online) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Nomor register: PN JKT.SEL-122020BS2 tanggal 3 Desember 2020.

DFSK digugat bertanggung jawab memberikan ganti rugi material setara total harga pembelian kendaraan para konsumen. Ganti rugi material yang dituntut konsumen sebesar Rp 1.959.000.000. Selain itu, konsumen juga menuntut ganti rugi immaterial sebesar Rp 1.000.000.000 dengan total kerugian immaterial menjadi Rp 7.000.000.000. Adapun total tuntutan ganti rugi material dan immaterial mencapai Rp 8.959.000.000.

Menurut David sebagai kuasa hukum, kliennya sudah mengajukan komplain kepada DFSK atas masalah yang dialami. Mobil yang dikeluhkan susah menanjak itu pun sudah diperbaiki. Namun masalahnya masih muncul.

"Setelah dibetulin pun atau istilahnya di-upgrade software katanya bengkelnya, tetap aja nggak bisa," kata David kepada detikcom melalui sambungan telepon, Jumat (4/12/2020).

Ototest DFSK Glory 580DFSK Glory 580 Foto: Ruly Kurniawan

"Mereka sudah tahu cara mengemudi yang baik kayak gimana. Udah diperlakukan semua (pakai gigi rendah dan sebagainya). Menurut pengalaman mereka (konsumen) secara teknis memang ada kendala," ujarnya.

Salah satu konsumen DFSK Glory 580 Turbo CVT 2018 yang menggugat DFSK mengatakan, dirinya mengalami dua kali mobil tidak kuat menanjak. Itu terjadi saat mobil digunakan liburan ke luar kota tepatnya di wilayah pegunungan di Jawa Barat.

"Saya sudah komplain, kemudian mereka sudah udpate di bagian CVT dengan katanya selenoid di-update, nanti mudah-mudahan bisa nanjak katanya. Oke, saya sudah diupdate sejak kejadian saya itu. Setelah itu saya meminta mereka untuk melakukan pengujian bersama. Artinya, poin saya adalah saya mau sama-sama objektif, jangan sampai nanti menurut kita nggak nanjak menurut mereka nanjak, menurut saya tidak wajar, menurut dia wajar. Jadi supaya fair," ujar salah satu konsumen DFSK Glory 580 1.5 Turbo CVT yang meminta tidak disebutkan identitasnya itu.

Menurutnya, selama memiliki mobil itu, DFSK Glory 580 1.5 turbo CVT itu dipakai dengan wajar. Dia juga punya pengalaman mobil gagal menanjak saat stop and go meski penumpangnya tidak penuh 7 orang, melainkan cuma 4 orang dengan dua di antaranya adalah anaknya yang masih kecil.

"Sejak saya kirimkan surat untuk melakukan permohonan pengujian bersama mereka selalu menghindar. Kemudian pandemi. Saya minta pengujian bersama nggak ada kabar. Akhirnya kita somasi, somasi nggak ketemu jalan temu sampailah sampai sekarang (mengajukan gugatan)," ucapnya.

Konsumen itu bercerita pengalamannya saat membawa DFSK Glory 580 1.5 Turbo CVT ke daerah pegunungan di Jawa Barat. Di jalanan menanjak yang sempit, mobilnya tidak bisa menanjak sampai mundur untuk ancang-ancang kembali menanjak.

"Untungnya itu di belakang kosong. Jadi saya turun, mundur sampai ke bawah. Mundur sampai ke bawah, terus saya naik lagi ambil ancang-ancang," cerita dia.

"Jadi ceritanya kan saya naik di tanjakan, terus dari depan ada mobil, jalanan sempit, jadi berhenti lah. Terus kendaraan itu lewat saya mau naik lagi nggak naik. Pas udah nggak naik, akhirnya turun dulu, saya ambil ancang-ancang dulu dan di atas kosong baru naik. Membahayakan itu," jelasnya.



Simak Video "Review DFSK Glory 580: Mobil China yang Punya Mesin 1.5 L Turbo"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)