Rabu, 18 Nov 2020 14:39 WIB

Cuma Naik 1%, Penjualan Mobil saat Pandemi Sudah Mentok?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Penjualan Domestik Kendaraan Komersial Naik

Sejumlah mobil terparkir di Car Port Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/3/2018). Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan bahwa penjualan domestik kendaraan komersial sampai pada 2017, 235.307 unit terbagi di antaranya truk naik 45%, pickup naik 6 persen, dan double cabin naik 46 persen. Grandyos Zafna/detikcom Penjualan mobil. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Penjualan mobil memang terus naik dari bulan ke bulan sejak pandemi COVID-19. Namun, pemulihan penjualan mobil belum bisa menyamakan tingkat penjualan mobil sebelum pandemi.

Peningkatan penjualan mobil pada Oktober 2020 tak terlalu signifikan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan secara wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) pada Oktober 2020 hanya naik 1% dibanding bulan September 2020. Padahal, penjualan mobil September bisa naik hingga 30%.

Data Gaikindo mencatat, pada Oktober 2020 industri otomotif hanya mampu mengirim 49.043 unit mobil baru ke dealer-dealer. Angka itu naik 489 unit atau 1,0% dari bulan September yang mencapai 48.554 unit. Kenapa cuma naik 1% sedangkan bulan sebelumnya bisa naik 30%?

"Kan sesuatu pasti ada nilai seperti absolute number, karena kalau kita lihat penjualan kita di bulan Mei kan hancur-hancuran, nggak sampai 5.000 unit. Itu kan nggak pantas dong, kalau yang namanya kita rata-rata 90.000 kok kita jualan cuma 5.000 berarti kira-kira cuma sekitar 5-6%," kata Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, kepada detikOto, Rabu (18/11/2020).

"Memang walaupun ekonomi belum membaik, dia merangkak naik karena masih tetap ada kebutuhan akan mobil. Tapi kenyataannya dia menjadi stagnan di angka sekitar 48.000, 49.000, 50.000 itu menjadi stagnan."

Menurut Nangoi, saat perekonomian Indonesia yang belum pulih karena pandemi COVID-19, sulit penjualan mobil kembali ke angka 90.000 unit per bulan. Ia menilai, penjualan sekitar 50.000 unit per bulan saat ini sudah stagnan.

"Jadi kalau saya lihat, memang ekonominya masih belum pulih. Apalagi di pertengahan bulan September sampai awal Oktober kemarin kan masih ada PSBB di Jakarta," sebutnya.

Penjualan mobil Oktober 2020 jika dibandingkan dengan Oktober 2019, penurunannya cukup tajam. Sebagai perbandingan, industri otomotif pada Oktober 2019--ketika pandemi COVID-19 belum menyerang--mampu mengirim 96.344 unit mobil baru. Artinya, ada penurunan hingga 49,1%.

Sementara secara year to date, penjualan mobil sepanjang Januari-Oktober 2020 hanya sebanyak 421.089 unit. Angka itu terjun bebas hingga 50,7% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 854.005 unit.



Simak Video "Jokowi Tak Ingin Pasar Industri Otomotif Dikuasai Mobil Impor!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com