Rabu, 28 Okt 2020 17:53 WIB

Alasan BMW Bikin Mobil Listrik dari Basis SUV

Luthfi Anshori - detikOto
BMW iX3 BMW iX3. Foto: BMW
Jakarta -

BMW baru saja merilis mobil listrik full baterai (BEV) di China pertengahan Juli 2020 lalu. BMW memilih platform mobil crossover SUV X3 untuk mobil listrik tersebut, maka itu dinamakan BMW iX3.

Tentu ada alasan, mengapa BMW memilih jenis mobil SUV untuk dikembangkan sebagai mobil listrik. Hal itu tidak lepas dari performa penjualan model X3.

"Karena secara global angka penjualan X3 reguler sangat tinggi di dunia," bilang Wieland BrĂșch dari BMW i and Electromobility, dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (28/10/2020).

Tak hanya di tingkat global, di Indonesia pun BMW X3 menjadi salah satu tulang punggung penjualan pabrikan asal Jerman. Sebagai gambaran, pada 2019 lalu BMW X3 sukses terjual 265 unit di Indonesia atau meningkat 119% dari penjualan tahun 2018.

BMW iX3BMW iX3 Foto: BMW iX3

Setelah menjadikan X3 menjadi kendaraan full listrik, BMW juga akan membuat mobil full listrik dari model-model lainnya untuk menambah pilihan bagi konsumen.

"BMW X3 jadi yang pertama, nantinya BMW Seri 7, Seri 5 dan X1 juga akan dilengkapi oleh 'power of choice'. Artinya konsumen bisa memilih model tersebut dengan mesin biasa (internal combustion), mesin hybrid atau full EV," sambungnya.

Sebagai informasi, BMW iX3, diproduksi di fasilitas pabrik BMW di Shenyang, China. Mobil ini sanggup melahap jarak 460 km ketika baterai terisi penuh.

BMW iX3 dibekali baterai berkapasitas 80 kWh. Mobil ini juga dilengkapi fast charging, dengan catatan waktu hanya 34 menit untuk baterai mencapai 80 persen (DC), dan 7,5 jam (AC).

BMW iX3BMW iX3 Foto: BMW iX3

Crossover SUV ramah lingkungan ini menggunakan teknologi eDrive generasi ke-5, yang mengintegrasikan motor listrik (e-motor), gearbox, dan sistem elektronik ke area sentral.

BMW iX3 dicangkok motor listrik tunggal yang menghasilkan tenaga 282 dk dan torsi 400 Nm. Tenaga itu mampu membuat BMW iX3 melesat dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam 6,8 detik, dengan kecepatan maksimum 180 km/jam.

"Di Shenyang kami semua memproduksi BMW iX3 dan kami sekarang sedang menuju kapabilitas memproduksi mobil listrik sepenuhnya. Produksi dimulai pada akhir September dan pengiriman unit iX3 ke pelanggan di Cina dimulai pada bulan November. Dan kemudian Eropa pada akhir Januari 2021," jelas Wieland.



Simak Video "Dibanderol Rp 960 Jutaan, BMW R 18 First Edition Meluncur di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com