Ada Diskon Pajak, Penjualan Mobil Malaysia Terus Menanjak

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 23 Okt 2020 10:59 WIB
Police officers check vehicles at a roadblock to ensure that people abide by a movement control order on the outskirts of Kuala Lumpur, Malaysia, Wednesday, Oct. 14, 2020. Malaysia will restrict movements in its biggest city Kuala Lumpur, neighboring Selangor state and the administrative capital of Putrajaya from Wednesday to curb a sharp rise in coronavirus cases. (AP Photo/Vincent Thian)
Malaysia menerapkan pembabasan pajak mobil. Hasilnya, penjualan mobil September 2020 lebih baik dibanding September 2019. Foto: AP/Vincent Thian
Jakarta -

Penjualan mobil di Malaysia terus mengalami peningkatan. Bahkan, penjualan mobil di Malaysia pada September 2020 lebih banyak ketimbang sebelum pandemi COVID-19.

Data Asosiasi Otomotif Malaysia menyatakan, penjualan mobil di Malaysia pada September naik dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan penjualan mobil pada September 2020 tercatat hingga 7%.

Totalnya, pada September 2020, Malaysia menjual mobil sebanyak 56.444 unit. Itu termasuk kendaraan penumpang sebanyak 51.422 unit dan kendaraan komersial sebanyak 5.022 unit.

Dibanding September 2019, penjualan mobil Malaysia pada September 2020 naik 26%. Pada September 2019, Malaysia hanya menjual 44.666 unit mobil.

Namun, Asosiasi Otomotif Malaysia mewanti-wanti penjualan mobil pada Oktober 2020 akan menurun dibanding September. Faktornya karena Malaysia kembali menerapkan kebijakan lockdown

"Volume penjualan pada Oktober 2020 diperkirakan akan lebih rendah dibanding September 2020," katanya.

Sementara dari sisi produksi mobil, Malaysia pada September 2020 memproduksi 51.987 unit mobil. Produksi mobil Malaysia juga naik dibanding September 2019 yang hanya 45.101 unit. Periode Januari-September 2020, Malaysia telah memproduksi 315.863 unit mobil, turun dari 425.653 unit periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada awal Juni, melalui program pemulihan ekonomi, Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri Muhyiddin Yassin mengumumkan pembebasan pajak penjualan sepenuhnya untuk mobil penumpang rakitan lokal (CKD) dan diskon pajak 50 persen untuk model impor utuh (CBU) mulai 15 Juni hingga 31 Desember 2020. Dalam kurun waktu tiga bulan setelah penerapan pembebasan pajak itu, tren pemulihan sektor otomotif menunjukkan hal positif.

Diberitakan sebelumnya, CEO Proton Edar Sdn Bhd, Roslan Abdullah mengatakan masa pembebasan pajak mobil baru sejak 15 Juni sampai 31 Desember ternyata memberikan dampak penjualan yang positif. Proton berharap ada perpanjangan masa pembebasan pajak. Jika diperpanjang periode pembebasan pajak itu, industri otomotif bisa pulih dari kerugian.



Simak Video "Motor Listrik Mengaspal di Kota Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)