Kamis, 01 Okt 2020 13:15 WIB

Mobil Subaru Sitaan Negara Kembali Dilelang, Termasuk Sparepart-nya

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Subaru Rampasan Negara Dilelang Subaru Impreza rampasan negara dilelang. (Lelang.go.id.)
Jakarta -

Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok kembali melelang mobil-mobil Subaru sitaan negara kembali dilelang. Mobil Subaru itu merupakan hasil sitaan dari kasus pajak yang membelit Subaru di Indonesia beberapa tahun lalu.

Kali ini, Panitia Lelang KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok akan melaksanakan lelang eksekusi sita pajak dengan perantaraan KPKNL Bekasi. Ada dua mobil Subaru yang akan dilelang. Ditambah ada satu paket suku cadang atau spaerepart mobil merek Subaru.

Subaru Rampasan Negara DilelangSubaru XV 2.0i Rampasan Negara Dilelang Foto: Lelang.go.id

Yang pertama ada Subaru XV 2.0i AWD CVT. Mobil dengan tahun perakitan 2014 itu dibuka dengan nilai limit Rp 115 juta. Lelang diselenggarakan KPKNL Bekasi pada 13 Oktober 2020 pukul 09.45 sampai pukul 11.45 WIB.

Kondisi mobil berkelir hitam itu tidak dilengkapi STNK dan BPKB. Jika berminat, peserta lelang bisa memberikan uang jaminan senilai Rp 23 juta untuk mobil ini.

Selanjutnya ada Subaru Impreza 4D 2.5 STI AWD 5AT. Mobil produksi tahun 2014 itu juga tidak dilengkapi dengan STNK dan BPKB. Mobil memiliki warna hitam metalik.

Subaru Impreza ini dibuka dengan nilai limit Rp 360 juta. Bagi yang berminat, wajib menyetorkan uang jaminan sebesar Rp 72 juta untuk mobil ini.

Tak cuma mobil, ada juga satu paket sparepart mobil merek Subaru. Totalnya ada 3.688 unit sparepart mobil Subaru yang dilelang. Sparepart itu dilelang dengan harga mulai Rp 1.420.000.000. Peminat lelang sparepart mobil Subaru ini bisa menyetorkan uang jaminan sebesar Rp 284 juta.

Subaru Rampasan Negara DilelangPaket sparepart mobil Subaru Rampasan Negara Dilelang Foto: Lelang.go.id

Diberitakan detikcom sebelumnya, Ditjen Pajak telah menyita mobil-mobil Subaru lantaran bermasalah terkait pajak. Kasus mulai membelit Subaru saat Ditjen Pajak mengeluarkan audit kurang bea masuk dan pajak pada 17 Juli 2014. Ditjen Pajak memberikan tenggat hingga 15 Agustus 2014 agar Subaru melunasi kekurangan bea masuk dan pajaknya.

Setelah jatuh tempo, ternyata kekurangan itu tidak dibayar. Ditjen Pajak pun melakukan penyitaan ratusan unit mobil Subaru di seluruh Indonesia. Mobil-mobil Subaru itu kemudian dilelang.



Simak Video "Perkenalkan! Xpander dan Xpander Cross Spesial Bernuansa Hitam"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com