4 Mobil Saksi Bisu Kesaktian Pancasila

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 01 Okt 2020 08:40 WIB
Peristiwa 30 September 1965 jadi salah satu sejarah kelam yang pernah terjadi di Indonesia. Monumen Pancasila Sakti pun disebut jadi saksi bisu prahara tersebut
Mobil-mobil saksi bisu kesaktian Pancasila. Foto: Agung Pambudhy


Toyota Land Cruiser

Selain mobil dari Letjen Ahmad Yani, di musem tersebut juga terpampang salah satu mobil dinas Panglima Kostrad yang menyimpan banyak sekali cerita pada peristiwa G30S/PKI. Toyota Land Cruiser bernomor polisi 04-62957/44-10 ini pernah digunakan oleh mantan Presiden Soeharto ketika masih menjadi Mayor Jendral TNI.Pada saat peristiwa berdarah yang digerakkan oleh PKI berlangsung, kendaraan ini digunakan oleh Mayor Jenderal TNI Soeharto untuk alat transportasinya. Pada saat kendaraan roda empat bongsor tersebut berpacu dari satu tempat ke tempat lainnya, Mayor Jenderal TNI Soeharto tengah menyusun strategi dalam menumpas G30S/PKI.Tidak hanya untuk digunakan untuk menumpas gerakan yang didalangi oleh eks. Letkol Untung dan tokoh PKI lainnya, Jeep Toyota Kanvas tersebut juga pernah dipakai Mayor Jenderal TNI Soeharto untuk mengangkut tujuh jenazah Pahlawan Revolusi dari sumur tua.Hingga saat ini, mobil tua tersebut masih sangat  terlihat prima meskipun sudah terdapat goresan di beberapa bagian eksterior dan interior. Namun bila dibandingkan dengan peninggalan lainnya, mobil ini masih terlihat rapi dan belum terdapat sentuhan untuk penambahan part.Toyota Land Cruiser bernomor polisi 04-62957/44-10 ini pernah digunakan oleh mantan Presiden Soeharto ketika masih menjadi Mayor Jendral TNI. Foto: Ruly Kurniawan

Toyota Land Cruiser ini adalah mobil dinas Panglima Kostrad Mayor Jendral TNI Soeharto juga dipajang. Mobil bekas Presiden Kedua Indonesia itu menyimpan banyak cerita pada peristiwa G30S/PKI.

Mobil dengan sebutan lain Toyota Kanvas ini menjadi kendaraan yang digunakan oleh Soeharto saat masih menjadi Panglima Kostrad. Mobil berpelat nomor 04-62957/44-10 ini kerap digunakan untuk mengantarkan Mayor Jenderal TNI Soeharto ketika tengah menyusun strategi menumpas G30S/PKI.

Mobil Toyota Kanvas tersebut juga pernah dipakai Mayor Jendral TNI Soeharto saat memimpin langsung jalannya pengangkatan tujuh jenazah Pahlawan Revolusi dari sumur tua.

Mobil tua tersebut dipajang di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Mobil masih sangat terlihat prima meskipun sudah terdapat goresan di beberapa bagian eksterior dan interior. Namun bila dibandingkan dengan peninggalan lainnya, mobil ini masih terlihat rapi dan belum terdapat sentuhan untuk penambahan part.

Panser PCMK-2 Saracen

Terakhir terdapat mobil lapis baja dari Inggris yang sempat menggoyangkan gerakan G30S/PKI dan tanah Timor Timur pada 1976 lalu, Panser PCMK-2 Saraceen. Biasanya, Panser ini digunakan untuk keperluan perang melawan para pemberontak negara ataupun negara lain yang dinilai mengancam.Namun pada pasca peristiwa G30S/PKI, mobil lapis baja yang digunakan oleh Batalyon Kavaleri 3 Kodam VIII/Brawijaya, ini digunakan untuk membawa jenazah Letjen TNI M.T Haryono dari Markas Besar Angkatan Darat menuju Taman Makam Kalibata. Menariknya, prosesi tersebut dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 1965 atau bertepatan dengan HUT ABRI.Setelah sukses membabat habis gerombolan PKI yang tergabung dalam gerakan G30S/PKI pada 1 Oktober 1965, Saraceen tidak boleh unjuk kebolehan di medan tempur di lima hari setelahnya. Karena, pada tanggal 5 Oktober pada tahun yang sama, Panser Saraceen yang sudah bernoda darah tersebut mengantarkan salah satu jenasah Letjen TNI yang berjasa untuk Tanah Air, M.T Haryono. Tidak hanya itu, ia juga menggendong beberapa jenazah lainnya yang telah gugur pada 1 Oktober 1965.Adegan dibawanya jenazah para perwira Angkatan Darat menuju Taman Makam Pahlawan Kalibata yang bertepatan pada HUT ABRI tersebut kini dikenal dengan Hari Berkabung Nasional.Terakhir terdapat mobil lapis baja dari Inggris yang sempat menggoyangkan gerakan G30S/PKI dan tanah Timor Timur pada 1976 lalu, Panser PCMK-2 Saraceen.Foto: Ruly Kurniawan

Tak cuma mobil penumpang yang cukup bersejarah. Di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, terdapat kendaraan lapis baja yang dipajang.

Kendaraan itu adalah sebuah panser PCMK-2 Saracen. Itu adalah mobil lapis baja buatan Inggris.

Panser ini cukup bersejarah. Pasca peristiwa G30S/PKI, mobil lapis baja ini digunakan oleh Batalyon Kavaleri 3 Kodam VIII/Brawijaya untuk membawa jenazah Letjen TNI M.T Haryono dari Markas Besar Angkatan Darat menuju Taman Makam Pahlawan Kalibata. Tidak hanya itu, panser juga menggendong beberapa jenazah lainnya yang telah gugur pada 1 Oktober 1965.



Simak Video "Jokowi-Ma'ruf Peringati Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya"
[Gambas:Video 20detik]

(rgr/din)