Senin, 28 Sep 2020 14:43 WIB

Bangkitkan Otomotif, RI Minta Pajak 0%, Thailand Kasih Kupon Rp 47 Juta

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Toyota telah meluncurkan mobil sport terbaru, Toyota GR Supra, secara global. Kini, mobil itu sudah semakin dekat dengan Indonesia. Toyota Thailand di ajang Bangkok International Motor Show 2019 memamerkan Toyota GR Supra. Selain mobil sport Toyota Supra, Toyota juga memamerkan mobil sedan Toyota Yaris Ativ dan Revo Rocco. Thailand menyediakan kupon tukar tambah senilai Rp 47 juta untuk meningkatkan penjualan mobil. Foto: Istimewa/Toyota
Jakarta -

Industri otomotif terdampak pandemi COVID-19. Penjualan mobil pun anjlok. Tak hanya di Indonesia, beberapa negara lain di dunia mengalami hal serupa.

Untuk membangkitkan industri otomotif, diperlukan peran pemerintah. Di Indonesia, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sepakat mengajukan wacana relaksasi pajak mobil baru menjadi 0% untuk memulihkan industri otomotif.

Peran pemerintah untuk membangkitkan sektor otomotif yang tengah lesu juga diterapkan oleh Thailand. Kementerian Perindustrian Thailand mendorong penjualan mobil domestik dengan menggandeng Kementerian Keuangan.

Diberitakan Bangkok Post, Thailand meluncurkan kupon tukar tambah, masing-masing senilai 100.000 baht atau setara Rp 47 juta. Kupon itu bisa digunakan oleh pemilik mobil perorangan untuk membeli mobil dengan pajak yang telah dikurangi.

Para pejabat mengharapkan skema tersebut untuk meningkatkan permintaan mobil yang anjlok selama pandemi COVID-19. Program trade-in ini sekaligus mengurangi emisi dari mobil-mobil tua.

Menteri Perindustrian Thailand, Suriya Jung-rungreangkit, mengatakan skema kupon tukar tambah akan terbuka untuk semua jenis model mobil, termasuk kendaraan listrik (EV).

Proyek ini akan berjalan selama lima tahun. Sebab, Thailand menilai cukup lama untuk memulihkan industri otomotif.

"Ini adalah proyek quick-win untuk membantu produsen mobil dan bisnis terkait yang dihancurkan oleh dampak COVID-19," kata Suriya.

Sementara di Indonesia, Kemenperin mengajukan relaksasi pajak mobil baru kepada Kementerian Keuangan. Pajak yang diharapkan bisa dibebaskan adalah PPN (pajak pertambahan nilai), PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah), Bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), dan PKB (pajak kendaraan bermotor). Harapannya, dengan pajak 0%, harga mobil baru lebih murah sehingga bisa meningkatkan daya beli masyarakat.



Simak Video "Menkeu Sri Mulyani Tolak Beri Pajak Mobil Baru 0 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com