Jumat, 18 Sep 2020 08:50 WIB

Pandemi Tak Berpengaruh, Orang Indonesia Masih Mampu Beli Mobil Baru

Luthfi Anshori - detikOto
Tak lengkap rasanya bila berkunjung ke pameran otomotif tak mendokumentasikan usher-usher cantik nan menggoda di beberapa booth mobil dan motor IIMS 2019. Seperti ini salah satunya. Ilustrasi mobil baru. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Masuknya virus Corona (COVID-19) ke Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul industri otomotif dan sektor bisnis yang terkait. Kendati sempat turun drastis, penjualan mobil meningkat pesat di bulan Agustus 2020.

Seperti dijelaskan Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi, Orang Indonesia sejatinya masih memiliki kemampuan membeli mobil di masa pandemi. Hanya saja, mereka butuh rangsangan agar bisa membelanjakan uangnya untuk produk kendaraan bermotor.

"Sebetulnya kemampuan membeli mobil itu masih ada, tapi problemnya adalah keinginan atau appertizer (perangsang) membeli mobil yang belum timbul," kata Nangoi melalui sambungan telepon kepada detikOto, Kamis (17/9/2020).

Untuk memicu pertumbuhan konsumen mobil selama masa pandemi, Gaikindo telah mengajukan keringanan pajak kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Bak gayung bersambut, Kemenperin pun menyetujui usulan Gaikindo dan meneruskan permohonan tersebut kepada Kementerian Keuangan.

Saat ini posisi Gaikindo sedang menunggu hasil pembicaraan Kementerian Perindustrian dengan kementerian-kementerian terkait. Harapannya, usulan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengenai relaksasi pajak mobil bisa segera difinalisasi.

"Kami berharap kalau bisa di kuartal keempat ini (diberlakukan). Harusnya sih September, tapi sekarang ini kan sudah pertengahan bulan, nanti kalau baru keluar akhir September harapannya ya Oktober, November, Desember, paling nggak (pajak mobil 0%) sudah jalan," ucap Nangoi.

Upaya ini diharapkan dapat menstimulus pasar, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor otomotif di tengah masa pandemi COVID-19.

"Kita ingin supaya orang itu nafsu beli mobilnya naik, kemudian yang namanya mobil bisa laku, perputaran bisa jalan, maka otomatis yang namanya sektor-sektor ekonomi lain juga bergerak, baik itu pembiayaan, asuransi, sparepart, service, komponen, penjualan bahan bakar, termasuk juga jalan tol," jelas Nangoi.

Sedikit menengok data Gaikindo, pada bulan Agustus penjualan mobil di Indonesia cukup meningkat pesat. Pada Agustus 2020 industri otomotif mampu mengirim 37.291 unit mobil baru. Angka itu naik 47,5% dibanding Juli 2020 yang hanya 25.283 unit.

Namun, jika penjualan mobil Agustus 2020 dibandingkan dengan Agustus 2019, penurunannya cukup drastis. Sebelum adanya pandemi virus Corona, penjualan mobil pada Agustus 2019 mencapai 90.908 unit. Artinya penjualan mobil pada Agustus 2020 menurun 58% dibanding Agustus 2019.

Begitu juga jika penjualan mobil diakumulasikan sejak Januari hingga Agustus. Periode Januari-Agustus 2020 industri otomotif hanya bisa mengirim 323.507 unit. Angka itu turun 51,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.



Simak Video "Negara Bebas Corona, Mana Saja Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com