Kamis, 10 Sep 2020 15:48 WIB

Anies Berlakukan PSBB Total di Jakarta, Industri Otomotif Bakal Lesu Lagi

Ridwan Arifin - detikOto
Kegiatan ekspor mobil terus dilakukan meski di tengah pandemi COVID-19. Pasalnya, kegiatan ekspor merupakan salah satu pemasukan devisa ke negara. Ilustrasi penjualan mobil Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan menarik rem darurat di Ibu Kota terkait penularan Corona mulai 14 September 2020. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bakal berlaku seperti saat pertama kali diterapkan pada April bulan lalu. Kebijakan ini juga berdampak terhadap industri otomotif di Tanah Air.

"Memang kalau PSBB penuh bisa berdampak kepada industri dan penjualan otomotif, apalagi kalo Agen Pemegang Merek (APM) dan dealer-dealer tidak boleh beroperasi, karena dengan sendirinya wholesale (distribusi pabrik ke diler) maupun retailsale (distribusi dealer ke konsumen) akan terganggu," ujar Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, saat dihubungi detikOto di Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Meski demikian, Jongkie belum bisa memastikan berapa besar penurunan yang terjadi saat PSBB total kembali berlaku di Jakarta. Apalagi kontribusi penjualan di wilayah Ibu Kota secara nasional terhadap pasar otomotif terbilang besar.

"Penjualan di DKI kira-kira 30 sampai 40 persen dari nasional," imbuhnya.

Berkaca di bulan-bulan sebelumnya, penjualan mobil baru secara bulanan memang ada kenaikan secara retail tapi masih jauh dari capaian kondisi normal. Penjualan mobil secara wholesales perlahan mulai merengsek naik, pada Juli 2020 lalu mencapai 25.283 unit. Angka itu naik dari 12.623 unit pada Juni 2020.

Terparah, penjualan mobil secara wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) bahkan mengalami penurunan hingga 95,8% pada bulan Mei 2020 dibanding Mei 2019. Sementara retail sales, di bulan yang sama saat PSBB diterapkan di beberapa daerah, penjualan ritel hanya sebanyak 17.083 unit.

Jongkie menambahkan belum ada perubahan target Gaikindo atas kebijakan PSBB total ini, yakni tetap di angka 600 ribu unit hingga akhir tahun 2020.

Sebelumnya Anies Baswedan memutuskan menarik rem darurat di Ibu Kota terkait penularan Corona. PSBB bakal berlaku seperti saat pertama kali diterapkan. Bila mengacu pada keterangan tersebut, pabrik dan dealer pun akan mengalami penghentian sementara.

"Yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa awal pandemi dulu, bukan lagi PSBB transisi tapi kita harus melakukan PSBB sebagaimana masa awal dulu," ucap Anies dalam konferensi pers digelar secara daring, Rabu (9/9).

"Dan inilah rem darurat yang harus kita tarik," imbuh Anies.



Simak Video "Kata Mahfud Md Soal PSBB Total Anies Baswedan"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com